Sebagai informasi, hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Antonie van Leeuwenhoek dan International Microbiology. Selain itu, inovasi tersebut juga telah memperoleh pendaftaran paten dengan nomor S00202605018.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini masih berada pada tahap penelitian dan pengembangan. Diperlukan studi lanjutan untuk memastikan keamanan, stabilitas, efektivitas, serta aplikasi industri sebelum dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Ke depan, BRIN dan UGM akan melanjutkan riset ke tahap formulasi produk, termasuk pengembangan pangan fermentasi dan suplemen probiotik berbasis bakteri lokal Indonesia. Jika berhasil dihilirisasi, temuan ini berpotensi menjadi inovasi kesehatan bernilai tinggi sekaligus meningkatkan pemanfaatan biodiversitas Indonesia di sektor pangan dan kesehatan.