Tidak hanya itu, bakteri tersebut juga terbukti mampu menghambat pembentukan biofilm, yaitu lapisan pelindung yang sering membuat bakteri lebih kebal terhadap pengobatan dan antibiotik.
Kemampuan ini dinilai penting karena biofilm kerap menjadi tantangan dalam penanganan berbagai penyakit infeksi.
Selain aktivitas antibakteri, para peneliti juga menemukan aktivitas antikanker pada pengujian laboratorium terhadap lini sel kanker kolon WiDr. Hasil tersebut menunjukkan potensi besar bakteri probiotik lokal Indonesia untuk dikembangkan lebih lanjut dalam bidang kesehatan.
Aktivitas antioksidan yang tinggi juga teridentifikasi melalui berbagai metode pengujian, seperti DPPH, ABTS, dan FRAP. Antioksidan berperan penting dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis.
Menariknya lagi, penelitian menemukan adanya aktivitas penghambatan enzim alfa-amilase yang berhubungan dengan proses metabolisme karbohidrat. Temuan ini menunjukkan potensi bakteri tersebut untuk membantu mengendalikan kadar gula darah dan mendukung pengembangan produk pangan sehat bagi masyarakat.