BRIN dan UGM Temukan Madu dengan Potensi Antikanker dari Yogyakarta dan Sumbawa

Muhammad Sukardi
Madu antikanker dari Yogyakarta dan Sumbawa antikanker. (Foto: BRIN)

Tidak hanya itu, bakteri tersebut juga terbukti mampu menghambat pembentukan biofilm, yaitu lapisan pelindung yang sering membuat bakteri lebih kebal terhadap pengobatan dan antibiotik.

Kemampuan ini dinilai penting karena biofilm kerap menjadi tantangan dalam penanganan berbagai penyakit infeksi.

Selain aktivitas antibakteri, para peneliti juga menemukan aktivitas antikanker pada pengujian laboratorium terhadap lini sel kanker kolon WiDr. Hasil tersebut menunjukkan potensi besar bakteri probiotik lokal Indonesia untuk dikembangkan lebih lanjut dalam bidang kesehatan.

Aktivitas antioksidan yang tinggi juga teridentifikasi melalui berbagai metode pengujian, seperti DPPH, ABTS, dan FRAP. Antioksidan berperan penting dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis.

Menariknya lagi, penelitian menemukan adanya aktivitas penghambatan enzim alfa-amilase yang berhubungan dengan proses metabolisme karbohidrat. Temuan ini menunjukkan potensi bakteri tersebut untuk membantu mengendalikan kadar gula darah dan mendukung pengembangan produk pangan sehat bagi masyarakat.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pencari Madu Temukan Mortir di Bukit Citanam Garut, Polisi Amankan Lokasi

57 tahun lalu

Madu dan Jeruk Tingkatkan Imunitas pada Cuaca Hujan, Ini Kata Dokter

57 tahun lalu

Dokter Beberkan Fakta di Balik Madu dan Jeruk untuk Tingkatkan Imunitas

57 tahun lalu

Susu Bukan Cuma untuk Balita, Ini Alasan Anak Harus Tetap Minum hingga Remaja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal