BNPB Siapkan 1.000 Lubang untuk Kuburkan Jenazah Korban Gempa Sulteng

Ilma De Sabrini
Petugas gabungan dan warga mengevakuasi jasad korban gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018) lalu. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah sementara korban jiwa dalam bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) sebanyak 844 orang. Dari angka tersebut, korban yang sudah teridentifikasi alias diketahui identitasnya sebanyak 744 orang.  

Menurut BNPB, jumlah korban meninggal diperkirakan akan terus bertambah. Karena itu, tim SAR gabungan akan menyiapkan lebih dari seribu lubang untuk memakamkan jasad para korban itu.

“Sudah digali (lubang pemakaman), disiapkan ada 1.000 ruang di sana (Sulteng),” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Senin (1/10/2018).

Dia mengungkapkan, pemakaman para korban akan dilakukan secara masal di sejumlah TPU (tempat pemakaman umum) di Sulteng, salah satunya di TPU Papuya, Palu.  Pemakaman massal jenazah akan dipisahkan antara laki-laki dan perempuan.


“Untuk proses pemakamannya, kami tetap akan menggunakan peraturan yang ada. Artinya, dipilah laki-laki, perempuan, kemudian didoakan seperti yang kita lakukan pada saat pemakaman massal menangani gempa bumi dan tsunami di Aceh,” ujar Sutopo.

Dia menjelaskan, pemakaman bisa segera dilakukan kepada para korban yang sudah berhasil teridentifikasi. Selain itu, pemakaman juga harus disegerakan bagi jasad korban yang sudah mengeluarkan bau, dengan pertimbangan agar tidak berpengaruh kepada kondisi kesehatan korban-korban yang selamat.

Saat ini, jumlah pengungsi gempa Sulteng yang terdata sebanyak 48.025 jiwa yang tersebar di 103 titik pengungsian. Sementara, jumlah korban hilang sebanyak 90 orang. Saat ini, tim SAR gabungan masih teruus mencari dan mengevakuasi korban gempa.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BNPB: Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah

57 tahun lalu

BNPB: 40 Rumah Rusak akibat Angin Kencang di Ciputat Tangsel

57 tahun lalu

Fenomena Hari Tanpa Hujan Picu Kekeringan di Bima hingga Karhutla di Lhokseumawe

57 tahun lalu

Gempa Terkini M4,6 Guncang Sukabumi, Kedalaman 25 Km

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal