Bertemu Gus Solah, Prabowo-Sandi Bahas Ekonomi hingga Utang Negara

Felldy Aslya Utama
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menggelar pertemuan dengan KH Salahuddin Wahid.

JAKARTA, iNews.id - Pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno atau Prabowo-Sandi bertemu dengan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Salahuddin Wahid alias Gus Solah. Pertemuan tersebut dilakukan di kediaman Prabowo jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sandiaga Uno mengaku, pertemuan itu membahas soal ekonomi Indonesia belakangan ini. Tak hanya Gus Solah, pertemuan juga dihadiri penasihat ekonomi Prabowo-Sandi, Kwik Kian Gie dan Rizal Ramli.

"Tadi membahas ekonomi. Kalau yang kami bahas secara detail tadi soal ekonomi dan Pak Rizal menyampaikan pandangan-pandangannya. Gus Solah menyampaikan, Pak Kwik juga karena ini semakin terlihat bahwa ini referendum ekonomi Indonesia," kata Sandi, di Jalan Sriwijaya I, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, para pakar ekonomi itu meminta pasangan penantang petahana bisa menghadirkan satu tawaran ekonomi yang lebih menarik dari yang ditawarkan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Kata dia, dengan begitu itu akan menjadi salah kunci untuk memenangkan hati dan pikiran masyarakat.

"Apalagi yang belum menentukan pilihan. Data internal kami sekitar 30 persen belum memiliki pilihan yang mantap. Itu harus kami berikan tawaran ekonomi yang lebih menggigit. Ini yang kami coba tawarkan," ujar Sandi.

Kendati demikian, dia menegaskan, kehadiran Gus Solah di kediaman Prabowo itu hanya memberikan masukan terkait ekonomi. Dia juga menegaskan kembali bahwa yang menjadi penasihat ekonomi pihaknya hanya Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie.

"Beliau bukan penasihat ekonomi. Beliau hadir memberikan masukan. Ke saya tadi diskusinya tentang ekonomi, bagaimana anggaran negara, bagaimana pengelolaan utang dan sebagainya," kata Sandiaga Uno.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purbaya soal Prabowo Nombok Biaya Dinas Luar Negeri: Gak Ada Aturannya, Boleh Saja

57 tahun lalu

Prabowo Teken Perpres Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO

57 tahun lalu

Prabowo Terbitkan Perpres Baru Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ini Isi Lengkapnya

57 tahun lalu

Pertimbangan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang jadi Kepala BGN: Tegas-Disiplin Jalankan SOP

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal