58.873 Jemaah Umrah Indonesia Tertahan Imbas Perang AS-Israel vs Iran

Tim iNews.id
Ilustrasi Jemaah umrah Indonesia tetahan di Arab Saudi imbas peraang AS-Israel vs Iran. (foto: MPI)

JAKARTA, iNews.id – Eskalasi konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah mulai berdampak serius pada sektor penerbangan. Sebanyak 58.873 jemaah umrah asal Indonesia dilaporkan tertahan di Arab Saudi menyusul adanya perubahan rute dan penundaan jadwal penerbangan oleh sejumlah maskapai internasional. 

Meski demikian, Pemerintah Indonesia memastikan bahwa puluhan ribu jemaah tersebut saat ini dalam kondisi aman dan terpantau secara intensif. 

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Puji Raharjo, meminta seluruh jemaah maupun keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), posisi seluruh jemaah telah terpetakan. 

"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi," ujar Puji Raharjo dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (1/3/2026). 

Ketegangan keamanan ini memaksa sejumlah negara tetangga Arab Saudi mengambil langkah drastis dengan menutup ruang udara mereka. Negara-negara tersebut meliputi Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, Irak dan Suriah.

Sementara itu, Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status waspada. Hingga saat ini, aktivitas di dalam wilayah Arab Saudi sendiri dilaporkan tetap berjalan normal di bawah pengawasan ketat otoritas setempat.

Mitigasi di Bandara: 3 Tim Siaga 24 Jam

Mengantisipasi adanya jemaah yang terlantar (stranded) di bandara, Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah telah membentuk tim gerak cepat. Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menjelaskan bahwa petugas telah disebar di tiga titik vital Bandara Jeddah. 

"KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift di Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Kami melakukan koordinasi dengan maskapai dan syarikah untuk mencari solusi bagi jemaah yang jadwal kepulangannya terdampak," kata Ilham.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
Nasional
22 jam lalu

Perang Iran vs AS-Israel Pecah, Prabowo Siap Terbang ke Teheran untuk Mediasi

Nasional
1 hari lalu

Perang AS-Israel dan Iran Bisa Meluas, DPR Desak Pemerintah RI dan OKI Bertindak

Internasional
2 bulan lalu

Pesawat Bawa Ratusan Jemaah Umrah Mendarat Darurat di Saudi 

Nasional
27 menit lalu

JK Apresiasi Rencana Prabowo Jadi Mediator: Niat Baik, tapi Israel-Palestina Saja Sulit Didamaikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal