456 Petugas KPPS Gugur, Kumpulan Dokter Spesialis Desak Bentuk TGPF

Aditya Pratama
Kumpulan dokter spesialis yang tergabung dalam Komunitas Kesehatan Peduli Bangsa, mendesak dibentuknya TGPF di Elza Syarief Law Office, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama).

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 456 petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal dunia kala bertugas di Pemilu 2019, sedangkan yang sakit mencapai 4.310 orang. Jumlah tersebut berdasarkan data terakhir KPU Selasa, 7 Mei 2019 pukul 08.00 WIB.

Kumpulan dokter spesialis, yang merupakan perwakilan Komunitas Kesehatan Peduli Bangsa, mendesak dibentuknya tim gabungan pencari fakta (TGPF). Tim itu nantinya akan mencari tahu sebab musabab terus bertambahnya petugas KPPS, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan anggota Polri, yang gugur.

Dokter Bakta Iswara mengatakan, TGPF nantinya akan diisi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Himpunan Dokter Ahli, persatuan rumah sakit, dan fakultas kedokteran di seluruh kota. Diusulkannya TGPF, menurut dia, karena negara tidak hadir dalam situasi saat ini.

"Saya kira ini kerja sama, karena ini persoalan yang tidak sederhana. Kami menangkap adanya spontanitas dari para dokter ini karena kami menangkap tidak ada kehadiran dari negara, seolah-olah ini biasa, bayangkan ada jawaban yang menyederhanakan masalah, kan sudah diberi santunan, ini bukan soal santunan, nilai nyawanya itu tidak bisa dinilai dengan harga hanya Rp36 juta atau Rp50 juta," tuturnya di Elza Syarief Law Office, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).

Dokter Zulkifli mengungkapkan, usulan dibentuknya TGPV lebih mengedepankan masalah kemanusiaan. "Tentunya kita punya batas waktu kalau tuntutan ini tidak dilaksanakan, karena ini menyangkut masalah kemanusiaan dan kemanusiaan ini karena kita mengaku berpancasila, sila kedua itu jelas kemanusiaan yang adil dan beradab, ini skala prioritas menurut kami," ujarnya.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hasto Jelaskan Tersangka Korupsi DJKA Donatur Rumah Aspirasi di Pilpres 2019

57 tahun lalu

Pengalaman Dosen UI Jadi Anggota KPPS: Berat, Setara Pekerja Logistik

57 tahun lalu

Bareskrim Sebut Tindak Pidana Pemilu 2024 Menurun Dibanding 2019

57 tahun lalu

5 Perbedaan Pemilu 2024 dengan Pemilu 2019: Tahun Ini Tidak Setegang Sebelumnya?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal