JAKARTA, iNews.id - Puisi Sumpah Pemuda bikin nangis menarik untuk diketahui dan dipahami. Terlebih kita akan memperingati hari bersejarah bangsa Indonesia itu pada Senin, 28 Oktober 2024.
Sumpah Pemuda merupakan salah satu momen penting sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ini mengingatkan bangsa kita tercinta mengenai sejarah perjuangan para pemuda dari segala penjuru Indonesia dalam menebar semangat menjaga patriotisme.
Hari Sumpah Pemuda bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah mengadakan lomba baca puisi.
Bagi kamu yang belum mendapatkan inspirasi, berikut iNews.id akan berikan puisi Sumpah Pemuda bikin nangis dilansir dari berbagai sumber, Rabu (23/10/2024).
Judul: Senandung Tuk Mimpi Yang Padam oleh Nur Nindya Kirana
Sering ku bertanya pada langit malam kelam
Tentang waktu-waktu yang hilang terbuang
Tentang garis kehidupan jika segalanya gagal
Tak ada jawabnya
Aku berdarah, merintih, menangis
Aku menjerit, meredam, terlupakan
Aku ini hanya manusia kecil
yang dada membara dibakar mimpi
Bukan ruh yang mengembara tak bertujuan
Bukan juga raga yang masih kokoh bertahan
Hanya pecinta, pengembara, pemimpi
Yang mencoba bertahan dari masa ke masa
Aku boleh dikhianati mimpi, ditertawakan semesta
Dan biar berat sekalipun langkah, takkah ku menyerah
Karena aku lah pemuda, penentu jalan hidupku
Aku lah tuan atas diriku, pahlawan diriku sendiri
Judul: Seorang Pemuda Optimis oleh Prasetyan Ramadhan
Semangat sungguh aku semangat
Berpacu sungguh aku berpacu
Berjuang aku sungguh berjuang
Demi cita-citaku yang tak akan ku sia-siakan
Aku seorang pemuda...
Dengan semangatku yang membara
Dan tak ingin membuat kecewa kedua orang tua
Semoga dengan usaha yang diiringi doa semua tak akan sia-sia
Judul: Mencabik Cakrawala oleh Rodiyah Khusnun Nikmah
Gemerlap lentera berjejer indah
Menyingkap semua yang bertakhta
Penuh tipu daya, fatamorgana
Berselimut mimpi tanpa asa
Akankah tuhan memberi dengan percuma?
Rahasia dalam rahasia, hati berbicara
Akulah pemuda, penuh asa dalam juang
Tak gentar menegakkan panji panji yang hilang
Bermartabat dengan selubung usang Tak risau akan cemooh orang, bersapak terjang
Sekali tangan mengadah, dua tiga darma tak jadi penghalang
Tuk samudra harapan yang telah terbentang
"Selamat pagi, filantropi kehidupan!"
Judul: Kita Pemuda Bangsa oleh Riadhu Sholikhah
Kita pemuda bangsa...
Berjuang untuk bangsa Indonesia
Bukan lewat perang atau senjata
Namun dengan ilmu yang berguna
Mentari berganti rembulan
Hari berganti hari
Waktu terus berlalu
Mari kita berubah!
Potensi, bakat yang kita miliki
Semoga mampu menjadikan prestasi
Untuk menggapai mimpi
Dan untuk kemajuan bangsa ini
Teruskan mimpi pahlawan!
Demi kita, dan masa depan
Dengan usaha, keyakinan, dan
Pantang menyerah pintu menuju kesuksesan
Judul: Pemuda Hari Ini adalah Pemimpin di Masa Depan oleh Arpidiansyah
Jika pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan
Maka aku ingin menjadi salah satu pemimpin di masa depan
Karena sejatinya kita semua
Adalah pemimpin kahlifah dimuka bumi ini
Setidaknya pemimpin bagi diri sendiri
Sebagai pemuda dan pemudi bangsa
Kita semua wajib menjaga dan merawat
Semua yang ada di bumi ini
Wahai pemuda dan pemudi bangsa
Jangan kita merusak bangsa ini
Sebagai calon pemimpin di masa depan
Kita wajib belajar dan terus belajar
Untuk menjadi pemimpin di masa depan
Tetap semangat wahai pemuda dan pemudi
Calon pemimpin masa depan
Judul: Aku oleh Chairil Anwar
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu-sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Judul: Bangunlah Pemuda oleh Adeta Bunga Ceria
Wahai pemuda...
Cukup sudah terpaku merana sendu
Di bilik jendela
Cukup sudah kian meratap menelan ranjau
Tanpa asa
Cukup sudah bersorak sorai menekan layar
Nyatanya fana
Wahai pemuda...
Negerimu indah namun tak cukup di pandang mata
Negerimu layu namun tak cukup di siram jua
Negerimu bangun namun tak cukup di ruang maya
Wahai pemuda...
Tanganmu kuat bila ragamu bangun bersama
Tanganmu kuat bila bersuara bangkit membara
Tanganmu mampu merampas kursi tanpa berdarah
Wahai pemuda...
Bangunlah!
Jika rasamu sudah paham riuhnya Negerimu
Bangunlah!
Selamatkanlah!
Bangunlah!
Bukan hanya tanganmu, tapi
Ragamu yang semangat membara!
Judul: Gema Sorak Sorai Pemuda Ibu Pertiwi oleh Afifah Riska Tiara Maulidina
Barisan terdepan di antara ribuan manusia
Melangkah maju tak terkalahkan menyuarakan kebenaran
Semangat yang terus membara membelah langit Ibu Pertiwi
Tak ada keraguan apalagi kebimbangan untuk membela keadilan...
Pemuda gagah berani...
Membawa tanggung jawab di atas pundak
Bukan sebuah beban, melainkan kebanggaan yang patut dipertahankan
Pemuda Ibu Pertiwi...
Kebanggaan untuk menciptakan masa depan bangsa
Generasi penerus yang memberi teladan dan bukti nyata
Tak pernah gentar menghadapi cobaan
Melawan dan akan terus lawan sampai titik terang
Gema sorak sorainya begitu membahana
Memekakkan telinga dan membakar keringat
Bersatu menyatukan cita-cita dan kekuatan
Berbalut selimut yang saling menguatkan
Di atas tanah kelahiran Ibu Pertiwi, di bawah langit Nusantara
Tonggak harapan bangsa yang membanggakan
Pemuda Ibu Pertiwi masa kini...
Ciptakan perdamaian dan persatuan tanah air
Bangun bangsa dengan prestasi dan inspirasi
Sorak sorai semangatmu adalah suara seluruh masyarakat
Karena pemuda hari ini ialah pemimpin masa depan
Judul: Yang Muda Yang Menjaga oleh Anisa Hidayatul
Indonesia...
Dengan keberagaman budaya, suku, ras, dan agama
Menjadi warna dalam kehidupan
Landasan dalam berbangsa tertuang dalam Pancaila
Dan itulah yang menjadi azas masyarakat dalam melindungi bangsanya sendiri
Perdamaian menjadi pondasi dalam membina keragaman Indonesia
Mari kita memupuk rasa nasionalisme dengan memberdayakan seluruh generasi penerus bangsa