DPRD Salahkan Pemprov DKI terkait Bentrok PKL-Satpol PP di Tanah Abang

Wildan Catra Mulia
Ilsutrasi Pasar Tanah Abang (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Fraksi PDI Perjuangan Gembong Warsono menilai kericuhan antara pedagang kaki lima (PKL) dan Satpol PP yang terjadi di Tanah Abang Jakarta Pusat Kamis (17/1) lantaran kesalahan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Dia menyebut kericuhan yang dipicu kemarahan para pedagang yang tak mau ditertibkan tersebut merupakan imbas penataan kawasan Tanah Abang yang tak dipikirkan secara komprehensif.

"Faktor utamanya adalah penyelesaian Tanah Abang secara komperhensif tidak dilakukan secara cermat terhadap Pemprov DKI Jakarta karena perencanaan yang tidak matang, dalam rangka penanganan Tanah Abang," kata Gembong saat dihubungi, Jumat (18/1/2019).

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta itu menambahkan salah satu perencanaan yang tak dikaji secara mendalam adalah pembangunan Jembatan Penyeberangan Mulitiguna (JPM) atau Skybridge Tanah Abang. Saat mulai dioperasikan tempat tersebut muncul masalah-masalah baru yang mengarah pada konflik antara warga dan Pemda DKI.

"Skybridge tidak direncanakan secara matang kan. Jadi persoalannya di situ. Maka saat Skybridge dibuka, menimbulkan persoalan karena ada yang merasa berhak dan tidak berhak," ujarnya.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Siap-Siap! 2.843 Loker Padat Karya Gaji UMP Jakarta Segera Dibuka, Ini Syaratnya

57 tahun lalu

Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta, Gantikan Khoirudin

57 tahun lalu

Penertiban Parkir Liar di Jakarta, Jukir Tak Ber-KTP DKI bakal Dipulangkan ke Daerah Asal

57 tahun lalu

Pengumuman! Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Gaji UMP Jakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal