Wapres AS Kamala Harris Ajak Vietnam Lawan Tekanan China soal Konflik Laut China Selatan

Anton Suhartono
Kamala Harris mengajak Presiden Vietnam untuk meningkatkan tekanan kepada China soal klaim teritorial Laut China Selatan (Foto: Reuters)

HANOI, iNews.id - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris mengajak Vietnam untuk melawan pengaruh China di kawasan, terutama soal konflik Laut China Selatan. Harris mengungkapkan hal itu saat bertemu Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc, Wakil Presiden Vo Thi Anh Xuan, dan Perdana Menteri Pham Minh Chinh di Hanoi, Rabu (25/8/2021).

Harris mengatakan, ada kebutuhan untuk meningkatkan tekanan terhadap China terkait klaim teritorial negara tersebut atas sebagai besar perairan Laut China Selatan.

"Kita perlu mencari cara untuk menekan, meningkatkan tekanan, kepada Beijing agar mematuhi Konvensi PBB tentang Hukum Laut, serya untuk melawan intimidasi dan klaim maritim yang berlebihan," kata Harris, kepada Presiden Nguyen Xuan Phuc, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (26/8/2021).

Pada kesempatan itu Harris menawarkan bantuan kepada Vietnam di beberapa bidang, termasuk dukungan keamanan maritim untuk melawan agresivitas China di Laut China Selatan serta menawarkan kunjungan kapal perang lebih sering.

Harris juga menawarkan bantuan vaksin untuk mengatasi wabah Covid-19 serta meluncurkan beberapa program guna memerangi perubahan iklim.

Ini merupakan pernyataan tegas Harris kedua selama kunjungannya di Asia Tenggara. Hal serupa juga disampaikannya dalam pidato di Singapura. Pada kesempatan itu dia menuduh China melakukan pemaksaan dan intimidasi untuk mendukung klaim Laut Chin Selatan. Padahal Pengadilan Arbitrase di Den Haag, Belanda, pada 2016 sudah menolak klaim tersebut.

China menentang putusan Pengadilan Arbitrase tersebut bahkan semakin agresif beraktivitas di perairan-perairan yang disengketakan dengan negara-negara Asia Tenggara, yaki Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Negara itu juga mendirikan pos-pos militer pulau buatan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Intelijen Israel Bisiki AS, Iran Ingin Bunuh Trump

57 tahun lalu

Situasi Timur Tengah Terkini: AS Hentikan Serangan ke Iran

57 tahun lalu

PM Israel Netanyahu: Perang Lawan Iran Belum Selesai!

57 tahun lalu

Kebakaran Pabrik Sepatu China Tewaskan 28 Pekerja, Presiden Xi Jinping Murka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal