Uni Eropa Tak Dapat Masukkan IRGC ke Daftar Teroris karena Alasan Ini

Ahmad Islamy Jamil
Para personel Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). (Foto: Reuters)

BRUSSELS, iNews.id Uni Eropa tidak dapat memasukkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) ke dalam dafar entitas teroris karena belum adanya putusan pengadilan tentang hal tersebut. Kendati demikian, organisasi supranasional benua biru itu bakal menambahkan 37 nama ke daftar orang dan entitas yang dikenai sanksi atas pelanggaran HAM di Iran. 

Sebelumnya, Parlemen Eropa mendesak Uni Eropa agar mencantumkan IRGC ke dalam daftar entitas teroris. Alasannya, korps militer itu telah melakukan penindasan terhadap para pendemo yang menggelar protes di Iran, di samping memasok drone tempur ke Rusia.

“(Pencantuman IRGC ke dalam daftar teroris) itu adalah sesuatu yang tidak dapat diputuskan tanpa pengadilan, harus ada keputusan pengadilan dulu,” kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, kepada wartawan di Brussels, Belgia, Senin (23/1/2023).

“Anda tidak dapat mengatakan saya menganggap Anda seorang teroris karena saya tidak menyukai Anda,” ujarnya.

Menurut dia, pengadilan negara anggota Uni Eropa harus mengeluarkan kecaman hukum yang konkret sebelum Uni Eropa sendiri dapat bertindak.

IRGC didirikan tak lama setelah Revolusi Iran 1979. Tujuan pembentukannya adalah untuk melindungi sistem pemerintahan ulama Syiah sekaligus menjadi penyeimbang bagi angkatan bersenjata reguler.

Korps tersebut memiliki sekitar 125.000 personel militer yang kuat dengan unit angkatan darat, laut, dan udara. IRGC juga memimpin milisi agama Basij, pasukan paramiliter sukarela yang setia pada lembaga ulama Iran yang sering digunakan untuk menindak protes antipemerintah.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran

57 tahun lalu

Iran Ungkap Kronologi Walk Out saat Negosiasi dengan AS: Kami Punya Prinsip!

57 tahun lalu

Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran

57 tahun lalu

Trump Klaim Iran Setuju Fasilitas Nuklirnya Diperiksa

57 tahun lalu

Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal