Turki dan Rusia Akhirnya Sepakat Pantau Bersama Gencatan Senjata di Karabakh

Ahmad Islamy Jamil
Tentara Azerbaijan berjaga di depan sebuah gereja di Nagorno-Karabakh. (Foto: AFP)

ANKARA, iNews.idTurki dan Rusia sepakat untuk memantau gencatan senjata atas wilayah Karabakh yang disengketakan Azerbaijan dan Armenia dari pusat penjaga perdamaian bersama. Kesepakatan itu diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan Turki di Ankara, hari ini.

AFP melansir, kesepakatan tersebut dicapai setelah perundingan selama berhari-hari antara para pejabat Turki dan Rusia. Perundingan itu antara lain membahas cara yang dipakai kedua kekuatan regional itu dalam menerapkan gencatan senjata yang ditengahi Moskow dan ditandatangani oleh Armenia dan Azerbaijan, bulan ini.

Menurut Kemhan Turki, perincian teknis untuk mendirikan pusat penjaga perdamaian gabungan di Nagorno-Karabakh telah dijabarkan. Kesepakatan pun telah ditandatangani. Kemhan Turki juga menyatakan, pusat perdamaian bersama itu akan mulai bekerja secepatnya.

Turki adalah sekutu setia Azerbaijan dan dengan gigih mempertahankan hak negara itu untuk merebut kembali tanah Nagorno-Karabakh—wilayah yang dirampas oleh kelompok separatis Armenia dalam perang yang berlangsung pada 1988-1994.

Kesepakatan gencatan senjata kali ini mengakhiri pertempuran antara pasukan Azerbaijan dan Armenia yang berlangsung lebih dari enam minggu. Perang tersebut telah merenggut lebih dari 1.400 nyawa.

Parlemen Turki telah menyetujui untuk menempatkan misi pendirian pusat bersama dengan Rusia dan melaksanakan kegiatannya, bulan ini.

Pengerahan tentara Turki di pusat perdamaian gabungan itu akan berlangsung selama satu tahun. Jumlah pasukannya akan ditentukan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
8 jam lalu

Menlu Rusia: AS Terlibat Langsung dalam Perang Ukraina!

4 hari lalu

Drone Ukraina Hantam Sejumlah Wilayah di Rusia Termasuk Dekat Moskow, 8 Orang Tewas

4 hari lalu

Rusia Hancurkan Kapal Kargo Bawa Senjata untuk Ukrina di Pulau Ular Laut Hitam

5 hari lalu

Trump Tuduh Rusia Ikut Campur Pilpres AS 2020, Kremlin: Tak Berdasar!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal