Trump Bekukan Bantuan untuk Kolombia, Presiden Petro: Kami Tak Bisa Dibeli

Anton Suhartono
Gustavo Petro menegaskan Kolombia bukan negara bawahan AS dan tidak bisa dibeli dengan ancaman atau dana bantuan (Foto: AP)

BOGOTA, iNews.id - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Kolombia memuncak setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penghentian seluruh bantuan finansial bagi negara Amerika Selatan tersebut. Keputusan itu disampaikan usai Trump menuding Presiden Kolombia Gustavo Petro sebagai gembong narkoba yang mendorong produksi obat terlarang secara besar-besaran.

“Mulai hari ini, pembayaran ini, atau bentuk subsidi lain, tidak akan diberikan lagi,” tulis Trump di platform media sosial Truth Social.

Trump menuduh pemerintah Petro telah menipu dan mengkhianati kepercayaan AS serta gagal menghentikan arus perdagangan narkoba yang disebutnya merusak masyarakat Amerika.

“Tujuan dari produksi narkoba ini adalah penjualan dalam jumlah besar ke Amerika Serikat, menyebabkan kematian, kehancuran, dan malapetaka,” kata Trump.

Serangan Balik Petro

Menanggapi tuduhan itu, Presiden Gustavo Petro melontarkan respons keras. Dia menegaskan Kolombia bukan negara bawahan Washington dan tidak bisa dibeli dengan ancaman atau dana bantuan.

“Negara kami tidak bisa dibeli dengan subsidi atau tekanan. Kami berjuang untuk kedaulatan, keadilan, dan perdamaian yang sejati,” kata Petro.

Petro menolak keras tuduhan dirinya terlibat dalam jaringan narkoba. Tuduhan Trump itu disebutnya sebagai kebohongan yang lahir dari ketidaktahuan tentang kondisi nyata Kolombia.

“Trump, Anda kasar dan tidak tahu apa-apa tentang Kolombia. Saya bukan pengusaha seperti Anda. Saya seorang sosialis yang percaya pada solidaritas dan kebaikan bersama. Karena itu, tidak ada keserakahan di hati saya,” ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
27 menit lalu

Trump Tunjuk Legenda Tinju Mike Tyson Jadi Duta Makanan Sehat

Internasional
2 jam lalu

Netanyahu Tegaskan Israel Gabung Dewan Perdamaian Gaza: Saya Sudah Tanda Tangan!

Internasional
3 jam lalu

Trump Ngotot kepada Netanyahu, Negosiasi Nuklir dengan Iran Harus Berlanjut

Internasional
3 jam lalu

Turki Peringatkan AS, Iran Bisa Lebih Nekat jika Diserang Kembali

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal