Thailand Krisis Energi, Warga Diimbau Tak Gunakan Baju Tangan Panjang hingga Batasi Penggunaan AC

Anton Suhartono
Thailand menghadapi krisis energi akibat dampak perang Timur Tengah (Foto: Bangkok Post)

BANGKOK, iNews.id - Thailand menghadapi krisis energi akibat dampak perang di Timur Tengah. Pemerintah bahkan mengimbau warga untuk tidak menggunakan pakaian lengan panjang di kantor serta membatasi penggunaan pendingin udara (AC) sebagai bagian dari langkah penghematan listrik.

Kebijakan penghematan tersebut diumumkan pemerintah Thailand bersamaan dengan sejumlah langkah darurat lain, seperti pemberlakuan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi pegawai negeri sipil (PNS) serta pembatasan jam operasional stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Wakil Juru Bicara Pemerintah Lalida Periswiwatana mengatakan, pemerintah sedang mempelajari proposal Kementerian Energi untuk menerapkan langkah penghematan lebih ketat jika krisis energi semakin memburuk.

Kementerian Energi Thailand mengusulkan sejumlah aturan penghematan untuk gedung perkantoran, di antaranya mengatur suhu AC pada kisaran 24 hingga 26 derajat Celsius, mendorong penggunaan pakaian lengan pendek sebagai pengganti jas kecuali pada acara resmi, serta mengurangi konsumsi listrik secara umum.

Selain itu, instansi juga diminta mematikan lampu dan peralatan yang tidak diperlukan, mengaktifkan fitur hemat energi pada komputer, mematikan komputer saat tidak digunakan, serta membatasi penggunaan lift.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Bertemu 3 Mantan PM Thailand di Danantara, Bahas Apa?

57 tahun lalu

Takut Ditembak Iran, Kapal-Kapal Tanker Ogah Lewati Jalur Selat Hormuz Pilihan AS

57 tahun lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

57 tahun lalu

Prabowo akan Beri Penghargaan ke Orang yang Berjasa Wujudkan B50: Saya Minta Nama-Namanya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal