WASHINGTON, iNews.id - Pesawat-pesawat militer Amerika Serikat (AS) dikerahkan di atas Teluk Persia dan Oman serta wilayah-wilayah sekitar, di tengah pecahnya kembali konflik dengan Iran. Ketegangan di sekitar wilayah udara Iran terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Kantor berita RIA Novosti, merujuk data situs web pelacakan penerbangan, melaporkan setidaknya lima pesawat tanker terbang di wilayah-wilayah tersebut pada Kamis (9/7/2026). Kemunculan pesawat-pesawat pengisi bahan bakar udara itu menandai peningkatan aktivitas pesawat-pesawat militer AS lain di kawasan.
Terdeteksi tiga pesawat Boeing KC-135R Stratotanker dan dua Boeing KC-46A Pegasus.
Selain itu juga terpantau setidaknya satu Boeing E-3B Sentry di kawasan tersebut. Ini merupakan pesawat intai, varian dari armada Sistem Peringatan dan Kontrol Udara (AWACS) yang identik dengan kubah radar setinggi 3,33 meter di atas badan pesawat. Peran pesawat ini menyediakan pengawasan segala cuaca, komando, kendali, serta komunikasi jarak jauh untuk Angkatan Udara AS.
AS memulai serangan ke Iran pada Selasa (7/7/2026) malam waktu setempat dan sehari setelahnya. Serangan itu sebagai respons atas penembakan Iran terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan serangan terhadap sekitar 90 target militer Iran dalam 3 hari terakhir.
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan MoU gencatan senjata dengan Iran yang ditandatagani pada 17 Juni lalu tidak berlaku lagi.