Taliban Merapat ke China, Persilakan Beijing Bantu Pembangunan Afghanistan

Ahmad Islamy Jamil
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi (kanan), saat bertemu pemimpin politik Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar, di Kota Tianjin, China, 28 Juli lalu. (Foto: Reuters)

KABUL, iNews.id – Setelah berhasil menguasai Afghanistan, Taliban kini mulai merapat ke China. Juru bicara kelompok itu, Suhail Shaheen mengatakan, China telah memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan. 

Karenanya, Taliban mempersilakan Beijing untuk berkontribusi pada pembangunan kembali Afghanistan, kata Shaheen kepada media milik Pemerintah China.

Taliban berhasil merebut kendali seluruh Afghanistan pada akhir pekan lalu. Kemenangan kelompok militan itu memaksa ribuan warga sipil dan sekutu militer Afghanistan yang pro-Amerika melarikan diri demi keselamatan mereka.

China dianggap punya peluang bagus dalam menghadapi Taliban. Selain kapasitas militer dan kemampuan ekonominya yang semakin kuat, Beijing juga dapat memanfaatkan fakta bahwa mereka tidak pernah berperang di Afghanistan. Faktor menguntungkan semacam ini tidak dimiliki Rusia maupun Amerika Serikat—yang pernah mengerahkan tentara dan berebut pengaruh di negara itu selama berpuluh-puluh tahun.

“China adalah negara besar dengan ekonomi dan kapasitas yang besar. Saya pikir mereka dapat memainkan peran yang sangat besar dalam pembangunan kembali, rehabilitasi, rekonstruksi Afghanistan,” kata Shaheen kepada televisi CGTN, dalam sebuah wawancara pada Kamis (19/8/2021) malam.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menggelar pertemuan dengan delegasi Taliban di Kota Tianjin, China. Kala itu, Wang Yi mengatakan bahwa dia berharap Afghanistan dapat mengadopsi kebijakan-kebijakan Islam yang moderat.

Beijing selama ini selalu menyoroti ekstremisme agama sebagai ancaman destabilisasi di wilayah barat Tiongkok, Xinjiang. China juga sejak lama khawatir bahwa wilayah yang dikuasai Taliban akan digunakan untuk menampung pasukan separatis.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Tembak Kapal Tanker di Selat Hormuz, AS Akan Balas

57 tahun lalu

Gawat! Iran Ancam Tak Lanjutkan Negosiasi dengan AS

57 tahun lalu

Keren! China Bikin Satelit Tangani Gempa hingga Banjir

57 tahun lalu

Panas! Iran Tembak Kapal Tanker Qatar di Selat Hormuz

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal