Soal Wacana Pengiriman Tank Canggih ke Ukraina, Zelensky Minta Barat Jangan Omdo

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Foto: Reuters)

KIEV, iNews.id – Negara-negara Barat saat ini masih sibuk membahas wacana terkait pengiriman tank canggih ke Ukraina. Menanggapi itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta para sekutunya itu agar membuat keputusan yang konkret, bukan sekadar berwacana alias omdo (omong doang).

Dalam pidatonya pada Selasa (24/1/2023) malam, Zelensky mendesak Barat untuk segera memutuskan apakah mereka akan mengirimkan tank-tank modern untuk memperkuat pertahanan Ukraina dalam melawan gempuran Rusia. Menurut dia, keputusan itulah yang saat ini ditunggu-tunggu Kiev.

“Diskusi harus diakhiri dengan keputusan. Keputusan untuk memperkuat pertahanan kami melawan teroris. Sekutu memiliki jumlah tank yang diperlukan. Ketika keputusan penting yang diperlukan dibuat, kami akan dengan senang hati berterima kasih atas setiap keputusan penting,” kata Zelensky.

Kanselir JermanOlaf Scholz dikabarkan telah memutuskan untuk mengirim tank tempur Leopard 2 ke Ukraina dan mengizinkan negara lain seperti Polandia untuk melakukan hal yang sama. Sementara itu, Amerika Serikat juga kemungkinan bakal memasok tank Abrams ke Kiev. Hal itu diungkapkan oleh dua sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters, Selasa (24/1/2023). 

Sementara majalah Spiegel melaporkan, setidaknya ada satu kompi tank Leopard 2 A6 yang akan disediakan Berlin untuk Ukraina dari stok milik Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr). Satu kompi biasanya terdiri dari 14 tank.

Berlin dan Washington DC belum secara resmi mengonfirmasi berita tersebut. 

Namun, Scholz terkesan sangat berhati-hati dalam membuat keputusan terkait pengiriman senjata ke Kiev. Jika salah langkah, keputusan yang dibuat Berlin bisa saja memicu Rusia untuk meningkatkan perang di Ukraina. Bahkan, ada risiko yang lebih besar jika aliansi NATO sampai terseret langsung ke dalam konflik tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pakistan Indikasikan AS-Iran Segera Teken Perjanjian Damai

57 tahun lalu

Trump Klaim AS-Iran Sepakat Damai, Begini Respons Teheran

57 tahun lalu

Perdana! Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai Rp26,72 Triliun

57 tahun lalu

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier bakal Bertemu Prabowo di Jakarta Senin Depan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal