Singgung Nuklir Iran, Arab Saudi: Timur Tengah Harus Bebas dari Senjata Pemusnah Massal

Anton Suhartono
Arab Saudi tegaskan Iran harus menghentikan perilaku membuat ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah (Foto: AFP)

RIYADH, iNews.id - Embargo senjata PBB terhadap Iran akan resmi berakhir pada 18 Oktober 2020. Setelah itu Iran bisa kembali melanjutkan kerja sama militer dengan negara lain.

Kondisi ini memicu kekhawatiran negara-negara rival Iran di kawasan. Pasalnya Iran akan menguatkan pengaruh untuk melawan kepentingan Amerika Serikat, termasuk sekutu-sekutunya di Teluk, salah satunya Arab Saudi.

Iran sejak lama dituduh berperan dalam menciptakan ketidakstabilan di kawasan, salah satunya mempersenjatai pemberontak Houthi melawan Saudi.

Hasil pertemuan kabinet pekanan Arab Saudi, Selasa (22/9/2020), seperti dilaporkan Saudi Press Agency (SPA), menegaskan, kesepakatan nuklir apa pun dengan Iran harus memastikan negara itu tetap berpegang pada non-proliferasi.

Selain itu kesepakatan juga harus melanjutkan upaya menjadikan Timur Tengah sebagai zona bebas senjata pemusnah massal.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 jam lalu

AS Bombardir Fasilitas Nuklir Iran di Bushehr

7 jam lalu

Perang Makin Sengit, Iran Siapkan Kemungkinan Perang Darat Lawan AS

14 jam lalu

Houthi Peringatkan Kapal-Kapal Tak Bongkar Muat di Pelabuhan Saudi atau Ditembak

17 jam lalu

AS Keluarkan Peringatan Global Buntut Perang Lawan Iran: Perkembangannya Bisa Tak Terduga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal