Seminggu Ditahan Polisi, Profesor Hukum China yang Kritik Xi Jinping Akhirnya Dibebaskan

Ahmad Islamy Jamil
Presiden China Xi Jinping. (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id – Xu Zhangrun, profesor hukum China yang ditahan polisi karena menulis esai berisi kritik terhadap Presiden China, Xi Jinping, kini telah dibebaskan. Kabar itu disampaikan oleh teman-teman sang profesor kepada AFP, awal pekan ini.

Xu Zhangrun, pakar hukum dari Universitas Tsinghua yang bergengsi di Kota Beijing, sebelumnya menulis esai yang menyoroti cara Pemerintah China menangani pandemi virus corona (Covid-19). Dia juga mengkritik sikap otoriter Xi Jinping dan kebijakan sang preisden menyensor media dalam memberitakan soal Covid-19.

Karena tulisannya itu, Xu ditangkap aparat hukum China. Dia dijemput dari rumahnya yang berada di Beijing oleh sekelompok lebih dari 20 orang pada 6 Juli lalu.

Namun, beberapa rekannya mengabarkan, Xu telah kembali ke rumahnya pada Minggu (12/7/2020) kemarin. Dia dilaporkan dalam kondisi baik-baik saja, kata dua teman sang profesor yang meminta kepada AFP agar nama mereka dirahasiakan.

Dalam sebuah esai yang diterbitkan di situs web luar negeri, Xu menulis bahwa sistem kepemimpinan di bawah Xi Jinping—pemimpin Tiongkok yang paling kuat setelah Mao Zedong—telah menghancurkan struktur pemerintahan China.

Dia mengatakan, kurangnya keterbukaan informasi oleh pemerintah ikut berkontribusi pada penyebaran virus corona yang kian meluas. Saat Covid-19 pertama kali muncul di China akhir tahun lalu, pejabat Partai Komunis China berusaha menutup-nutupi berita tentang awal penularan wabah tersebut.

Kendati sudah dibebaskan, belum ada informasi yang jelas apakah Xu Zhangrun bakal menghadapi dampak lebih lanjut atas esai yang dibuatnya itu. Polisi Beijing juga tidak segera menanggapi permintaan komentar dari AFP pada Senin ini.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
11 jam lalu

Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China

11 jam lalu

Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia

15 jam lalu

Trump Tuduh China Pegang 220 Juta Data Pemilih AS, Sebut Skandal Terbesar dalam Sejarah

1 hari lalu

Video Viral Turis Australia Siram WNA China gegara Buang Sampah Sembarangan di Pulau Padar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal