Rusia Klaim Hancurkan Fasilitas Bahan Bakar Militer Ukraina di 2 Kota Ini

Ahmad Islamy Jamil
Asap hitam membubung tinggi di sebuah fasilitas penyulingan bahan bakar di Kota Odesa, Ukraina, setelah diserang Rusia, April lalu. (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id – Militer Rusia mengklaim telah menghancurkan fasilitas pemrosesan dan penyimpanan bahan bakar milik Ukraina di dekat Kota Kremenchuk dan Lysychansk. Menurut Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, fasilitas tersebut luluh lantak setelah terkena serangan presisi.

“Senjata berbasis udara dan darat berpresisi tinggi di wilayah Kremenchuk dan Lysychansk menghancurkan kapasitas teknologi untuk pemrosesan dan penyimpanan bahan bakar yang dimaksudkan untuk memasok peralatan militer Ukraina di Donbas,” kata Konashenkov, Sabtu (18/6/2022), dikutip Sputnik.

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina sejak 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, operasi itu juga untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran “genosida” oleh rezim Kiev selama delapan tahun terakhir.

Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya juga menyatakan, selama berlangsungnya operasi tersebut hanya infrastruktur militer Ukraina yang akan menjadi sasaran.

Negara-negara Barat pun menanggapi agresi militer Rusia itu dengan menjatuhkan sanksi komprehensif terhadap Moskow, termasuk embargo terhadap produk energi Rusia. Di sisi lain, AS dan para sekutunya juga gencar mengirimkan peralatan militer ke Ukraina untuk membantu Kiev melawan Moskow.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Maskapai Penerbangan Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1 Persen Mulai 2027

57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

57 tahun lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

57 tahun lalu

Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal