Rusia Khawatirkan Riset AS Bikin Covid Varian Omicron yang Lebih Mematikan

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi virus corona penyebab Covid-19. (Foto: Ist.)

MOSKOW, iNews.idRusia menuding Amerika Serikat sedang berusaha menciptakan virus corona yang jauh lebih menular dan mematikan daripada varian omicron. Virus rekombinan baru itu dijuluki dengan Omi-S.

Kepala Pasukan Pertahanan Radiasi, Kimia, dan Biologi Angkatan Bersenjata Rusia, Letnan Jenderal Igor Kirillov mengatakan, percobaan tentang Omi-S baru-baru ini oleh Universitas Boston di AS, layak menjadi perhatian. Pada Oktober, universitas itu merilis sebuah studi di situs web pracetak bioRxiv yang mengklaim bahwa virus Omi-S menyebabkan penyakit parah yang menyebabkan kematian sekitar 80 persen pada tikus. 

Strain tersebut merupakah  hasil gabungan dari varian virus corona yang beredar pada awal 2020 dan protein lonjakan omicron BA.1, galur virus itu memicu sebagian besar gelombang Covid-19 pada musim dingin pandemi pertama.

Kirillov mengatakan, percobaan semacam itu menunjukkan kurangnya pengawasan negara atas rekayasa genetika dan biologi sintetik yang mempelajari bagaimana organisme hidup dapat didesain ulang untuk tujuan baru. “Meskipun risiko biologisnya tinggi, percobaan itu dibayar dengan uang anggaran Amerika tanpa izin dari regulator biosekuritas nasional,” kata Kirillov di Moskow, Sabtu (26/11/2022).

Dia mengatakan, eksperimen tersebut dilakukan di Laboratorium Penyakit Menular Nasional Universitas Boston, Massachusetts. Dalam laporan pracetaknya, para ilmuwan mengatakan penelitian virus corona mereka didanai sebagian dengan hibah dari National Institutes of Health (NIH) dan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID).

Pada 2021, NIH berusaha menjauhkan diri dari penelitian fungsi apa pun tentang virus corona. NIH menyatakan, baik mereka maupun NIAID tidak pernah menyetujui penelitian pendukung hibah yang akan meningkatkan penularan atau kematian virus bagi manusia. Studi Universitas Boston hanya mengamati tikus.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Trump Jagokan Wapres JD Vance-Menlu Rubio Maju Pilpres AS 2028: Mereka Tak Terkalahkan!

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal