Putin Sebut Serangan Drone Ukraina Penyebab Rusia Keluar dari Kesepakatan Ekspor Gandum Laut Hitam

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)

SOCHI, iNews.id – Sejumlah drone yang digunakan Ukraina untuk menyerang kapal-kapal Armada Laut Hitam Rusia di dekat Kota Sevastopol, Krimea, berada di koridor atau jalur yang digunakan untuk pengiriman gandum. Hal itu diungkapkan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Disebabkan tindakan pasukan Ukraina itulah, kata dia, Rusia menarik diri dari kesepakatan ekspor gandum dan biji-bijian di Laut Hitam. “Drone-drone ini, baik (yang bergerak) di bawah air maupun di udara, sebagian masuk ke koridor di mana biji-bijian diekspor dari Ukraina,” ungkap Putin dalam konferensi pers seusai pertemuan dengan para pemimpin Rusia, Armenia, dan Azerbaijan di Kota Sochi, Senin (31/10/2022). 

Menurut dia, dengan melancarkan serangan pesawat tak berawak itu, pihak Ukraina telah menciptakan ancaman bagi kapal-kapal Rusia—yang seharusnya menjamin keamanan ekspor biji-bijian di Laut Hitam. Tak hanya itu, kata Putin, tindakan Kiev itu  juga mengancam kapal-kapal sipil yang terlibat dalam ekspor komoditas pangan di kawasan terebut. 

“Dalam hal ini, dan kami telah berjanji untuk memastikan keamanan ini, tetapi jika Ukraina menyerang kapal-kapal ini, kami akan dipersalahkan,” ujar Putin.

"Sama seperti semua orang sekarang membicarakan tentang apa yang dilakukan Rusia,. Tapi mereka tidak mengingat apa yang menjadi penyebabnya. Tetapi itu disebabkan oleh (Ukraina) yang menciptakan ancaman terhadap koridor kemanusiaan ini,” kata pemimpin Rusia itu lagi.

Pada Sabtu (30/10/2022), Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan Moskow telah menangguhkan partisipasinya dalam kesepakatan ekspor gandum di Lauta Hitam. Keputusan itu diambil Rusia menyusul serangan drone Ukraina yang dibantu Inggris terhadap kapal-kapal Armada Laut Hitam Rusia di Teluk Sevastopol, Krimea.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

57 tahun lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

57 tahun lalu

Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal