Prihatin soal Serangan di Suriah, Presiden Turki Erdogan Hubungi Putin

Anton Suhartono
Erdogan bertatap muka dengan Putin saat menggelar jumpa pers bersama di Ankara 4 April lalu (Foto: AFP)

ANKARA, iNews.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan keprihatinannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin atas serangan di Douma, Ghouta Timur, Suriah. Sedikitnya 70 warga sipil tewas akibat terpapar senjata kimia.

"Presiden Turki menyampaikan keprihatinannya mengenai serangan di Douma dan Ghouta Timur serta menekankan pentingnya untuk mengantisipasi jatuhnya korban sipil dan bekerja sama untuk mengirim bantuan kemanusiaan," demikian bunyi pernyataan sumber kepresidenan, setelah kedua pemimpin berbicara melalui telepon, dikutip dari AFP, Senin (9/4/2018).

Rusia merupakan sekutu dekat Suriah, di samping Iran dan milisi Hezbollah, dalam menyerang kelompok bersenjata di Ghouta Timur. Lebih dari 1.000 orang tewas dalam serangan sejak Februari 2018, mayoritas merupakan warga sipil.

Dahsyatnya serangan di Ghouta Timur menyebabkan kawasan yang dihuni warga Sunny itu luluh lantak. Tak heran jika Ghouta Timur disebut sebagai 'neraka dunia'. Hampir semua bangunan hancur, tak banyak lagi tempat bernaung yang nyaman bagi warga.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov meminta semua pihak menahan diri, tidak menjatuhkan tuduhan kepada satu pihak tanpa bukti.

"Sangat penting untuk memeriksa dengan sangat hati-hati mengenai apa yang terjadi di Douma," kata Peskov.

Menurut dia, terlalu dini untuk menghakimi karena saat ini tidak ada seorang pun orang yang memiliki informasi lengkap dan belum ada penyelidikan yang dilakukan.

Pernyataan Peskov ini berseberangan dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov. Sebelumnya, Lavrov mengatakan tim ahli dari militer tak menemukan jejak penggunaan senjata kimia di Douma.

"Tim ahli militer kami telah mengunjungi daerah itu dan mereka tidak menemukan adanya jejak klorin atau bahan kimia lainnya yang disebut-sebut digunakan untuk menyerang warga sipil," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
15 jam lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
21 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
22 jam lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal