MEXICO CITY, iNews.id - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tak terima dituduh memiliki hubungan dengan kartel narkoba oleh miliarder Amerika Serikat (AS) Elon Musk. Dia pun mempertimbangkan akan mengambil langkah hukum atas tuduhan tersebut.
“Iya, kami sedang mempertimbangkan apakah akan mengambil tindakan hukum. Para pengacara sedang mempelajarinya,” kata Sheinbaum, seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (26/2/2026).
Sheinbaum melanjutkan, tuduhan Musk yang menyebutkan dia memimpin “pemerintahan narkoba” sebagai absurd dan jelas-jelas keliru.
“Tuduhan itu runtuh dengan sendirinya. Mereka bahkan tidak tahu lagi apa yang harus mereka buat, kan? Sejujurnya, itu menggelikan,” katanya.
Sheinbaum menghadapi kritik atas kebijakan keamanan nasionalnya menyusul serangkaian kekerasan lintas negara selama akhir pekan.
Kekerasan meletus setelah tewasnya gembong narkoba Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho dalam operasi militer pada Minggu (22/2/2026).
Militer Meksiko melacak keberadaan El Mencho ke Kota Tapalpa, Negara Bagian Jalisco hingga terjadi baku tembak. El Mencho dinyatakan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Kartel narkoba yang dipimpin El Mencho, Generasi Baru Jalisco, merespons kematiannya bos mereka dengan kemarahan di sebagian besar wilayah Meksiko. Mereka membakar bus dan kendaraan lain, memblokade jalan, menyerang pusat-pusat bisnis, hingga terjadi bentrokan dengan pasukan keamanan. Puluhan orang tewas dari kedua pihak selama pertempuran tersebut.
Musk mengkritik penanganan keamanan Meksiko oleh Sheinbaum setelah serangan tersebut.