BERLIN, iNews.id - Gelombang panas yang menerjang Prancis diperkirakan telah merenggut 1.000 nyawa lebih. Suhu panas di Prancis pada pekan lalu memecahkan rekor tertinggi, memicu kasus heatstroke di kalangan penduduk rentan.
Badan Kesehatan Masyarakat Prancis menyatakan, kasus kematian melonjak tajam selama puncak gelombang panas, yakni lebih dari 1.200 orang meninggal pada Rabu (24/6/2026). Dua hari setelahnya, jumlah orang yang meninggal bertambah masing-masing 200 orang, sehingga menjadi 1.400 kematian per hari.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan rata-rata harian sebelum suhu ekstrem menerjang, yakni 900 hingga 1.000 kematian. Artinya, dalam sehari ada penambahan 300 hingga 400 orang meninggal.
Dari situ diketahui, setidaknya ada 1.000 korban meninggal tambahan selama periode 3 hari tersebut.
Badan kesehatan memperingatkan, angka tersebut kemungkinan meningkat seiring masuknya lebih banyak data, terutama dari kasus kematian di rumah, bukan di fasilitas kesehatan. Sekitar 85 persen dari korban berusia 65 tahun atau lebih.