Prancis Sebut PM Israel Netanyahu Keterlaluan gara-gara Kritik Macron

Anton Suhartono
Emmanuel Macron cekcok dengan Benjamin Netanyahu terkait seruan penghentian ekspor senjata ke Israel (Foto: Anadolu)

PARIS, iNews.id - Presiden PrancisEmmanuel Macron cekcok dengan Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu. Ini berakar dari pernyataan Macron yang mendukung ekspor senjata ke Israel agar tak digunakan membantai warga Jalur Gaza.

Menurut Macron, penghentian ekspor senjata ke Gaza juga penting untuk menghindari ketegangan di Timur Tengah.

"Saya yakin, mulai hari ini, yang menjadi prioritas adalah kembali ke penyelesaian politik dan menghentikan pasokan senjata untuk melakukan kegiatan militer di Jalur Gaza. Selain itu, prioritas kami sekarang adalah menghindari eskalasi," kata Macron kepada stasiun radio France Inter,, seraya menegaskan Prancis tidak mengirim senjata apa pun ke Israel, seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (6/10/2024).

Netanyahu pun merespons Macron dalam pesan video dengan menyebut bahwa pernyataan itu adalah aib. Dia juga yakin Israel bisa mengalahkan proksi-proksi Iran di kawasan tanpa bantuan negara-negara Barat.

"Sementara Israel memerangi kekuatan barbarisme yang dipimpin oleh Iran, semua negara beradab harus berdiri teguh di pihak Israel. Namun, Presiden Macron dan para pemimpin Barat lainnya menyerukan embargo senjata terhadap Israel, memalukan. Israel akan menang dengan atau tanpa dukungan mereka," kata Netanyahu.

Mengomentari pernyataan Netanyahu tersebut, kantor presiden Macron menyatakan Prancis selama ini adalah teman dekat Israel. Oleh karena itu, pernyataan Netanyahu keterlaluan. 

"Pernyataan Netanyahu keterlaluan dan tidak relevan dengan persahabatan antara Prancis dan Israel. Kita harus kembali ke solusi diplomatik," bunyi pernyataan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Thailand Geger, Beredar Foto Presiden Macron Berlutut di Hadapan Raja Maha Vajiralongkorn

57 tahun lalu

Ganas! 3.500 Orang Meninggal di Belanda Selama Puncak Gelombang Panas

57 tahun lalu

Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon Selatan, Netanyahu Sebut Hizbullah Masih Mengancam

57 tahun lalu

Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal