PM Papua Nugini Tak Terima Pernyataan Joe Biden Warganya Disebut Kanibal

Anton Suhartono
Joe Biden membuat marah PM Papua Nugini James Marape soal kanibalisme (Foto: Reuters)

SYDNEY, iNews.id - Perdana Menteri Papua Nugini James Marape tak terima dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden soal kanibalisme. Pekan lalu Biden mensinyalir pamannya menjadi korban kanibal setelah pesawat pengebom AS yang dipilotinya ditembak jatuh di Papua Nugini saat Perang Dunia II.

Marape menegaskan, negaranya tidak pantas disebut sebagai kanibal. Dia juga mendesak AS untuk membersihkan bangkai sisa-sisa Perang Dunia II yang mengotori Pasifik.

“Presiden Biden mungkin salah bicara, tapi negara saya tidak pantas diberi label seperti itu,” kata Marape, dikutip dari Reuters, Senin (22/4/2024).

"Saya mendesak Presiden Biden agar Gedung Putih mempertimbangkan pembersihan sisa-sisa Perang Dunia II sehingga kebenaran tentang hilangnya prajurit seperti Ambrose Finnegan bisa dikesampingkan," katanya lagi, merujuk pada nama paman Biden.

Papua Nugini dan Kepulauan Solomon masih dipenuhi kerangka manusia masa perang, bangkai pesawat dan kapal, terowongan, serta sisa bom yang terkadang aktif dan menewaskan banyak orang.

AS menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan dengan Papua Nugini tahun lalu di tengah meningkatnya persaingan dengan China untuk merebut pengaruh di Pasifik. Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi bertemu dengan Marape di Port Moresby pada Minggu kemarin untuk mempererat hubungan ekonomi.

Biden mengungkapkan kisah pamannya, prajurit Angkatan Udara AS, yang tewas dalam misi di Papua Nugini pada Mei 1944, usai meresmikan monumen prajurit yang hilang di Pannsylvania. Dia mengatakan Finnegan kemungkinan menjadi korban kanibal dan mayatnya tak pernah ditemukan sampai saat ini.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
16 jam lalu

Iran Siap Buka Selat Hormuz, Ini Syaratnya

Internasional
20 jam lalu

Trump Klaim AS dan Iran Bakal Capai Kesepakatan Hari Ini: Ada Peluang Bagus!

Internasional
2 hari lalu

Iran Sita Aset 100 Orang Lebih yang Dianggap Mendukung Musuh Negara

Internasional
2 hari lalu

Trump Ingatkan Iran Hanya Punya Waktu 48 Jam untuk Buka Selat Hormuz, atau...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal