PM Kanada Trudeau Dikecam karena Undang Veteran Nazi Ukraina ke Parlemen

Ahmad Islamy Jamil
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau. (Foto: Reuters)

OTTAWA, iNews.id – Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menuai kecaman lantaran mengundang Yaroslav Hunka, seorang veteran Nazi yang bertempur di Divisi SS ke-14 saat berlangsungnya Perang Dunia II, ke parlemen negara itu. Pemimpin oposisi Kanada, Pierre Poilievre, menuntut Trudeau agar meminta maaf atas tindakan tersebut.

Menurut Poilievre, sebagai perdana menteri, Trudeau seharusnya mengecek dengan seksama latar belakang orang yang hendak diundang dan diberi penghormatan di parlemen. Sayangnya, hal tersebut justru luput dari perhatian kepala pemerintahan Kanada itu.

“(Selain Trudeau), mustahil ada anggota parlemen mana pun di ruangan itu untuk mengetahui masa lalu kelam (Hunka) ini. Tuan Trudeau harus meminta maaf secara pribadi dan menghindari menyalahkan orang lain seperti yang selalu dia lakukan,” ungkap Poilievre di platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Pada Jumat (22/9/2023), Presiden UkrainaVolodymyr Zelensky menyampaikan pidato di DPR Kanada. Dalam kempatan itu, Hunka juga diundang ke parlemen  negera Amerika Utara itu. Tak hanya itu, dia juga diberi penghormatan di hadapan para anggota parlemen Kanada sebagai veteran perjuangan kemerdekaan Ukraina melawan Rusia selama Perang Dunia II.

Ketua DPR Kanada, Anthony Rota, meminta maaf karena telah memuji Hunka. Dia mengakui kekeliruannya mengakui veteran Nazi yang berusia 98 tahun itu sebagai “pahlawan Ukraina” di hadapan para anggota parlemen. 

Rota menyatakan bertanggung jawab atas apa yang dia anggap sebagai kelalaian, dan menyebut inisiatif mengundang Hunka ke parlemen itu sebagai kesalahannya.

“Saya kemudian menyadari lebih banyak informasi yang menyebabkan saya menyesali keputusan saya,” katanya seperti dikutip Reuters, Senin (25/9/2023), seraya mengungkapkan permintaan maaf terdalam kepada komunitas Yahudi—yang pernah menjadi korban kekejaman Nazi selama Perang Dunia II.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ngamuk! Rusia Bombardir Kiev Ukraina, Hancurkan Gedung Apartemen 24 Lantai

57 tahun lalu

Tegas! Wali Kota New York Zohran Mamdani Boikot Parade Hari Israel

57 tahun lalu

Terungkap! Pelaku Penembakan Masjid San Diego AS Idolakan Nazi, Terlibat Serangan Massal

57 tahun lalu

Heboh Penyiksaan Aktivis GSF, Presiden Kolombia Sebut Menteri Israel Ben Gvir Nazi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal