PM Boris Johnson Tambah Pusing, Skotlandia Minta Referendum Berpisah dari Inggris

Anton Suhartono
Boris Johnson menolak permintaan PM Skotlandia Nicola Sturgeon untuk menggelar referendum berpisah dari Inggris (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id - Perdana Menteri (PM) Boris Johnson menolak permintaan mitranya dari Skotlandia Nicola Sturgeon untuk menggelar referendum berpisah dari Inggris. Dia mengatakan kepada Sturgon bahwa isu kenaikan harga, pandemi Covid-19, serta krisis Ukraina lebih penting ketimbang membahas rencana berpisahnya Skotlandia.

Isu ini muncul kembali di tengah tekanan yang dihadapi Johnson menyusul pengunduran diri para menterinya pekan ini. Johnson menghadapi tekanan mundur, bahkan dari internal koalisi di konservatif, setelah berbagai skandal, termasuk yang paling kuat partygate saat penerapan lockdown Covid-19.

Sturgeon bulan lalu mengumumkan referendum kemerdekaan kedua akan digelar pada Oktober 2023. Itu bertepatan dengan 9 tahun setelah warga Skotlandia menggelar pemilihan serupa, namun mayoritas pemilih ingin tetap menjadi bagian dari Inggris.

Tanpa transfer kekuasaan dari London ke Holyrood, referendum yang direncanakan Sturgeon hanya menjadi simbolis. Johnson dipastikan menolak permintaan transfer kekuasaan kepada Sturgeon.

“Saya tidak setuju, sekarang saatnya kembali kepada referendum yang sudah dijawab dengan jelas oleh rakyat Skotlandia pada 2014,” kata Johnson, dalam keterangan tertulis. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 hari lalu

Wali Kota New York Mamdani Minta Raja Charles Kembalikan Berlian Hiasi Mahkota Ratu Inggris 

Internasional
7 hari lalu

Ketika Raja Charles Sindir Trump: Tanpa Inggris, Orang Amerika akan Berbahasa Prancis

Nasional
1 bulan lalu

Bos Mafia asal Inggris Steven Lyons Ditangkap di Bali, Ini Perannya

Internasional
1 bulan lalu

Lagi, Trump Semprot Inggris-Prancis karena Tolak Bantu Perang Lawan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal