Perundingan Damai AS-Iran Berakhir Gagal, Terganjal Isu Nuklir

Anton Suhartono
Perundingan damai AS dan Iran belum menuai hasil positif. (Foto: Ilkha)

WASHINGTON, iNews.id - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance berharap Iran akan berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan itu disampaikannya setelah AS dan Iran gagal menyepakati perundingan damai di Islamabad, Pakistan, setelah menggelar pertemuan 21 jam sejak Sabtu (11/4/2026).

"Pertanyaannya sederhana, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang, bukan hanya 2 tahun dari sekarang, tapi untuk jangka panjang? Kita belum melihatnya. Kita berharap akan melihatnya," kata Vance, seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (12/4/2026).

Vance menegaskan AS datang dengan tawaran yang lebih sederhana dan terbaik, namun Iran menolaknya. 

"Kami meninggalkan tempat ini dengan tawaran sangat sederhana, metode pemahaman yang merupakan tawaran final dan terbaik kami," ujarnya.

AS, lanjut dia, telah menjelaskan mana batasan-batasan yang tidak bisa ditawar serta mana area kompromi selama negosiasi dengan Iran. Bagi AS, senjata nuklir tak bisa ditawar lagi.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Ini Penyebab Perundingan AS-Iran Gagal Sepakati Perdamaian

Internasional
12 jam lalu

Wapres JD Vance: AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan Damai

Internasional
14 jam lalu

Kapal Perang AS Dilaporkan Mulai Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Ini Kata Iran

Nasional
14 jam lalu

Dubes Iran: Zionis Israel Berkali-kali Langgar Gencatan Senjata!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal