Partai Pimpinan Ulama Syiah Menang Pemilu Irak

Antara
Seorang perempuan mengusung poster ulama Syiah terkemuka Irak, Moqtada al-Sadr, di Baghdad, Senin (11/10/2021), menyusul kemenangan partainya pada Pemilu 2021. (Foto: Reuters)

BAGHDAD, iNews.id – Partai pimpinan Moqtada al-Sadr, seorang ulama Syiah terkemuka di Irak, menjadi pemenang terbesar dalam perebutan kursi parlemen Pemilu 2021 yang digelar pada Minggu (10/10/2021) lalu. 

Berdasarkan hasil penghitungan awal perolehan suara di beberapa provinsi dan ditambah Ibu Kota Baghdad, partai al-Sadr memenangkan lebih dari 70 kursi. Hasil itu dapat memberi al-Sadr pengaruh yang cukup besar dalam membentuk pemerintahan. 

Dalam pidato kemenangan yang disiarkan televisi setempat, Sadr menjanjikan pemerintahan nasionalis yang bebas dari campur tangan pihak asing. “Kami menyambut semua kedutaan asing yang tidak ikut campur dalam urusan internal Irak,” katanya. Dia menuturkan, perayaan kemenangan itu akan berlangsung di jalan-jalan tanpa senjata.

Pemilu Irak pada Minggu lalu diadakan beberapa bulan lebih awal, sebagai tanggapan atas protes massa pada  2019 yang menggulingkan pemerintah.

Jumlah pemilih yang rendah menunjukkan bahwa pemungutan suara yang disebut sebagai kesempatan untuk merebut kendali dari elite penguasa tidak akan banyak membantu untuk menggulingkan partai-partai sektarian yang berkuasa sejak 2003.

Sadr meningkatkan kekuatannya di Irak sejak memenangkan 54 kursi dalam pemilihan pada 2018. Ulama populer ini telah menjadi tokoh dominan dalam politik Irak masa kini.

Dia menentang semua campur tangan asing di Irak, termasuk Amerika Serikat. Sadr menyerukan penarikan pasukan AS dari Irak. Amerika Serikat mempertahankan kekuatan sekitar 2.500 prajurit dalam perang berkelanjutan melawan ISIS.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pangi Syarwi soal Jokowi Keliling Indonesia: Tatap Muka dengan Rakyat Belum Tergantikan 

57 tahun lalu

Partai Perindo Jakarta Audiensi dengan KPU DKI, Dorong Pendidikan Politik dan Representasi Bermakna

57 tahun lalu

Dubes Iran: Perpecahan Sunni-Syiah Dikondisikan Zionis, Supaya Muslim Tercerai-berai

57 tahun lalu

Serangan Proksi Iran Makin Brutal, AS Desak Seluruh Warganya Segera Tinggalkan Irak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal