Netanyahu Didesak Sayap Kanan Israel Segera Serang Gaza meski Risiko Negosiasi Pupus

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu mendapat tekanan kuat dari kubu sayap kanan agar segera melancarkan operasi militer ke Kota Gaza (Foto: AP)

TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendapat tekanan kuat dari kubu sayap kanan agar segera melancarkan operasi militer ke Kota Gaza, meski hal itu berpotensi memupus peluang gencatan senjata dengan Hamas.

Menteri Keuangan Israel yang juga tokoh sayap kanan radikal, Bezalel Smotrich, menilai penundaan operasi akan memberi ruang bagi Hamas untuk kembali ke meja perundingan. Menurutnya, hal ini akan menggagalkan target mengalahkan kelompok perlawanan tersebut di benteng terakhirnya.

“Setiap hari kita menunggu, Hamas semakin siap. Penundaan hanya akan memberi mereka kesempatan untuk bernapas,” kata Smotrich dalam pernyataannya.

Sumber pejabat Israel menyebut, operasi besar-besaran ke Kota Gaza mungkin baru dimulai awal Oktober. Alasannya, Israel membutuhkan waktu untuk mengevakuasi warga sipil dari zona pertempuran di Kota Gaza. Netanyahu mengklaim evakuasi adalah langkah penting sebelum pasukan bergerak, dan selama operasi berlangsung bantuan kemanusiaan akan terus disalurkan.

Meski begitu, penundaan ini membuka peluang bagi mediator seperti Mesir dan Qatar untuk menghidupkan kembali negosiasi gencatan senjata 60 hari, termasuk pembebasan 10 sandera Israel dan 1.000 lebih tahanan Palestina.

Seorang sumber diplomat Arab mengatakan kepada Reuters, Netanyahu mungkin menggunakan ancaman serangan sebagai tekanan agar Hamas mau kembali berunding. Pejabat senior Hamas, Basem Naim, bahkan mengonfirmasi kelompoknya telah memberi sinyal tertarik mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Namun, tekanan politik dari dalam negeri membuat Netanyahu berada di persimpangan sulit: memilih jalur diplomasi yang rapuh atau mengabulkan desakan sayap kanan untuk segera menggerakkan tank ke jantung Kota Gaza.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Parlemen Israel Bubar, Nasib Netanyahu Tak Jelas

5 hari lalu

Caplok Tanah Palestina, Israel Bangun 34 Permukiman Baru Rogoh Rp7,8 Triliun

8 hari lalu

Iran: Israel Tak Akan Luput dari Pembalasan

10 hari lalu

Intelijen Israel Bisiki AS, Iran Ingin Bunuh Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal