WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kukuh menuduh Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah putri di Kota Minab pada 28 Februari lalu. Serangan brutal tersebut menewaskan 160 siswi lebih.
Bukti-bukti terverifikasi berupa video serta hasil analisis pakar mengungkap, sekolah tersebut hancur lebur setelah dihantam rudal jelajah Tomahawk. Diketahui, hanya AS yang menggunakan rudal tersebut dalam perang sejak 28 Februari lalu, bahkan Israel pun tidak.
Trump mengatakan, tragedi di sekolah khusus putri tersebut sedang diselidiki.
"Sedang diselidiki saat ini," kata Trump, kepada wartawan, seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (10/3/2026).
Trump menyebut Iran diduga memiliki persediaan rudal Tomahawk yang kemudian digunakan untuk menembak sekolah. Namun dia tak menyebutkan dari mana Iran memperolehnya.
"Saya, tentu saja, apa pun yang ditunjukkan laporan itu, saya bersedia menerima laporan itu," ujarnya.
Sebelumnya Trump menyebut sekolah tersebut hancur akibat tembakan amnusi Iran yang tak akurat.
“Itu dilakukan oleh Iran. Amunisi mereka sangat tidak akurat,” kata Trump pada akhir pekan lalu.
Namun video yang beredar dan telah diverifikasi mengungkap, proyektil yang menghantam bangunan sekolah adalah rudal Tomahawk yang jelas-jelas hanya digunakan AS dalam perang tersebut. Serangan AS itu yang justru diduga tidak akurat. Target sebenarnya diyakini markas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang lokasinya bersebelahan dengan sekolah tersebut.
Temuan kelompok media investigasi yang berbasis di Belanda, Bellingcat, menyimpulkan AS kemungkinan besar harus bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah perempuan tersebut.