WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa penandatanganan kesepakatan damai dengan Iran digelar Minggu (14/6/2026). Penandatanganan akan dilakukan secara elektronik atau virtual oleh pemimpin dari negara masing-masing.
Namun Al Jazeera, Minggu (14/6/2026), melaporkan berdasarkan agenda Presiden AS yang dirilis Gedung Putih untuk Minggu, belum ada kegiatan penandatanganan seperti disampaikan Trump.
Sebelumnya, dalam posting-an di akun Truth Social, Trump menyebutkan penandatanganan tersebut akan menjadi terobosan diplomatik besar, mengibaratkannya dengan tembok yang akan mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Trump juga mengatakan, Iran tak tertarik lagi memiliki senjata nuklir.
Dalam pernyataan tersebut, Trump telah mengkritik pendahulunya, Barack Obama, yang menandatangani perjanjian pengendalian nuklir Iran, Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada 2015.
Tiga tahun kemudian, Trump menarik AS keluar dari kesepakatan tersebut seraya mengeklaim perjanjian yang akan ditandatangani hari ini lebih baik bagi AS ketimbang JCPOA.