Pencabutan akses tiket untuk suporter Iran dianggap bertentangan dengan semangat kompetisi internasional serta prinsip kesetaraan di antara negara-negara peserta.
Langkah ini menimbulkan pertanyaan serius, apakah pertimbangan politik memengaruhi penyelenggaraan kompetisi sepak bola terbesar di dunia itu.
Menurut Tasnim, FIFA dan penyelenggara turnamen harus menjunjung tinggi imparsialitas, keadilan, dan peraturan dengan memastikan suporter Iran bisa menggunakan hak hukum mereka.
Isu-isu di luar sepak bola tidak boleh dibiarkan mengganggu kompetesi, apalagi Piala Dunia.