Lira Melemah, Bank Sentral Turki Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 40 Persen

Ahmad Islamy Jamil
Bank Sentral Turki kemungkinan bakal mengumumkan kenaikan suku bunga acuan menjadi 40 persen dalam pekan ini. (Foto: Reuters)

ANKARA, iNews.id – Bank Sentral Turki kemungkinan bakal mengumumkan kenaikan suku bunga acuan dari yang sekarang 8,5 persen menjadi 40 persen dalam minggu ini. Menurut laporan media lokal, langkah tersebut sebagai upaya untuk mendukung depresiasi mata uang nasional lira dan menarik investasi ke dalam negeri.

Surat kabar Turki, Milliyet melaporkan, transaksi saat ini sedang dilakukan dengan harapan Bank Sentral Turki akan menaikkan suku bunga. Beberapa analis percaya bahwa nilainya dapat dinaikkan menjadi 15-20 persen minggu ini dan tambahan 5 poin persentase pada dua pertemuan berikutnya. Sementara sebagian analis lainnya memperkirakan kenaikan suku bunga hanya terjadi satu kali menjadi 30-40 persen. 

Langkah tersebut dimaksudkan untuk menarik lebih banyak investasi asing di Turki, sehingga investor tidak khawatir dengan merosotnya nilai lira Turki dan perkembangan lebih lanjut di sektor keuangan di negara itu.

Depresiasi lira Turki terhadap mata uang asing terus berlanjut sejak awal minggu. Kurs dolar AS ke lira mencapai nilai tertinggi baru yaitu seharga 23,63 lira per dolar AS pada Selasa (2/6/2023) ini. Pada awal tahun ini, dolar AS masih berharga 18,73 lira, lalu naik menjadi 19,6 lira sebelum putaran pertama Pilpres Turki 2023 yang digelar pada 14 Mei lalu.

Bank Sentral Turki mempertahankan suku bunga relatif rendah meskipun lira dalam posisi lemah, menurunkannya dari 19 persen pada awal 2021 menjadi 8,5 persen Februari lalu, dan terus mempertahankannya pada level tersebut sejak saat itu. 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memang pernah berjanji pada saat kampanyenya bahwa suku bunga akan menurun selama dia berkuasa.  Akan tetapi, banyak komentator yang mengatakan bahwa suku bunga mungkin akan dinaikkan setelah penunjukan Hafize Gaye Erkan sebagai gubernur bank sentral yang baru, belum lama ini, untuk memperkuat mata uang nasional.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
4 hari lalu

Rupiah Ditutup Loyo ke Rp18.109 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

7 hari lalu

Netizen Heboh! Trump Disambut Karpet Biru, bukan Merah di Turki

9 hari lalu

Trump Peringatkan Eropa Bisa Lenyap karena 2 Hal Ini, Apa Saja?

13 hari lalu

Menlu Turki: Israel Biang Masalah Global!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal