Lewat Surat Terbuka, Ilmuwan Peringatkan Inggris Risiko Besar Gelombang Kedua Covid-19

Arif Budiwinarto
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson (foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Pemerintah Inggris diminta bersiap menghadapi risiko nyata gelombang kedua Covid-19. Peringatan tersebut disampaikan oleh kelompok ilmuwan menyusul kebijakan pelonggaran lockdown.

16 ilmuwan yang berasal dari Royal College of Surgeons, the Faculty of Public Health dan the Royal College of Nursing menandatangani surat terbuka yang ditujukan kepada Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Dalam isi suratnya, ilmuwan menjelaskan mengenai potensi gelombang kedua Covid-19 serta memastikan bahwa negara cukup siap menghadapinya

"Sementara bentuk pandemi di Inggris di masa depan sulit diprediksi, bukti yang tersedia menunjukkan bahwa gejala lokal semakin mungkin terjadi dan gelombang kedua merupakan ancaman nyata," demikian isi surat terbuka ilmuwan yang dicetak di British Medical Journal.

Peringatan awal yang dikeluarkan para ilmuwan berdasarkan kuantitas kasus baru Covid-19 yang terjadi setelah Pemerintah Inggris melonggarkan aturan lockdown sejak awal Juni ini. Inggris mengalami peningkatan kasus baru sebanyak 171 dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Jumlah tersebut dikhawatirkan melonjak tinggi seiring dengan rencana Perdana Mentri Boris Johson membuka kembali sebagian besar sektor perhotelan, budaya, dan pariwisata di Inggris mulai 4 Juli.

Meskipun Perdana Menteri Boris Johson menilai keputusan tersebut 'penting bagi perekonomian yang menghadapi ancaman resesi berskala besar akibat lockdown selama tiga bulan', kebijakan tersebut justru menuai kritik dari beberapa pihak.

Mantan Kepala Penasihat Ilmiah Pemerintah Inggris, David King, mengatakan bahwa langkah itu "sangat berisiko" dan cenderung terlihat seperti kebijakan politis ketimbang ilmiah.

Dilansir dari AFP, sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO pada Januari hingga akhir Juni ini Inggris telah mencatatkan angka kematian hampir 43.000 jiwa. Jumlah tersebut salah satu jadi yang terburuk di Eropa. Namun, menurut studi ilmiah mengenai Covid-19 di Inggris angka kematiannya bahkan bisa mencapai 60.000.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Nasional
10 hari lalu

Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Pembangunan 10 Kampus Kerja Sama RI-Inggris

Nasional
11 hari lalu

Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Progres Kerja Sama Pendidikan RI–Inggris

Nasional
14 hari lalu

Prabowo Tiba di Tanah Air usai Kunjungi Inggris, Swiss dan Prancis

Nasional
16 hari lalu

Prabowo Gandeng Inggris Bangun 10 Kampus STEM dan Kedokteran di RI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal