Langgar Tradisi, 6 Juta Warga China Liburan ke Luar Negeri saat Imlek

Nathania Riris Michico
Wisatawan China berlibur ke Paris (Foto: South China Morning Post)

BEIJING, iNews.id - Beberapa tahun terakhir, tradisi reuni keluarga saat Hari Raya Imlek di China digantikan dengan liburan dan perjalanan wisata ke tempat-tempat indah, atau tempat-tempat menarik di negara-negara tetangga. Tak sedikit, jumlah warga China yang melanggar tradisi ini di tahun 2018 mencapai jutaan orang.

Dilansir South China Morning Post, Jumat (16/2/2018), menurut laporan yang diterbitkan agen perjananan online China, Ctrip, dan lembaga penelitian pariwisata nasional China, China Tourism Academy, jumlah wisatawan yang pergi selama liburan Tahun Baru Imlek diperkirakan meningkat sebesar 5,7 persen dari 2017.

Sekitar 6,5 ​​juta warga diperkirakan meninggalkan China untuk berlibur ke luar negeri selama seminggu, hingga 20 Februari. Jumlah warga yang melancong ini menjadi jumlah terbanyak sepanjang sejarah Imlek di China.

Seorang manajer perusahaan pembangun rumah di Shanghai, Xie Zhiwei (44) mengatakan, dia memutuskan membawa keluargnyaa berlibur ke Taiwan selama liburan Tahun Baru Imlek. Hal tersebut menjadi keputusan yang besar yang pernah dia buat untuk Hari Raya Imlek.

"Dalam kamus saya, acara saat Tahun Baru Imlek adalah sesuatu yang tabu. Selama Tahun Baru Imlek di China, yang perlu kita lakukan hanyalah tinggal bersama orang tua dan kerabat di rumah, untuk menikmati reuni keluarga. Kita tidak seharusnya melakukan hal lain," ungkap Zhiwei.

Pada 1980-an, Tahun Baru Imlek identik dengan makanan dan kembang api bagi warga seperti Xie.

"Makanan enak jarang tersedia bagi orang-orang pada masa itu. Makan malam disiapkan untuk pertemuan keluarga selama hari raya berlangsung, dan warga seperti saya bisa mencicipi makanan lezat seperti bebek panggang."

Menurut laporan pemerintah China, sekitar 344 juta warga China melakukan perjalanan di dalam negeri selama liburan Tahun Baru Imlek tahun 2017. Sedangkan, selama liburan Tahun Baru Imlek 2017 lalu, sebanyak 6,15 juta orang China bepergian ke luar negeri. Angka ini naik 7 persen dari dari data pada tahun 2016, sebagaimana dilaporan Global Times.

Perubahan warga China, terutama warga di daerah perkotaan, saat merayakan Hari Raya Imlek ini tidak hanya membuat perubahan besar dalam tradisional Tiongkok, namun juga membuat gambaran baru bisnis ekonomi terbesar kedua di dunia. Tahun 2017, pendapatan yang dihasilkan oleh sektor pariwisata selama Tahun Baru Imlek mencapai sekitar Rp907 miliar.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
4 jam lalu

Perayaan Imlek Nasional 2026 Dorong Semangat Gotong Royong, Perkuat Kepedulian Sosial

Megapolitan
2 hari lalu

Rayakan Imlek, Pramono Adakan Lomba Lampu Lampion di Jakarta

Destinasi
11 hari lalu

Gong Xi Fa Cai! Logo Imlek 2026 Diluncurkan Pemerintah

Nasional
11 hari lalu

Perdana! Pemerintah akan Gelar Imlek Festival, Angkat Harmoni Bhinneka Tunggal Ika

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal