KKB Bunuh Polisi dan Culik 5 WN China Dekat Lokasi Tambang

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi KKB melancarkan aksi teror terhadap warga negara asing di Republik Demokratik Kongo. (Foto: Ist.)

KINSHASA, iNews.id – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) membunuh seorang polisi dan menculik lima warga negara (WN) China di dekat sebuah tambang di tenggara Republik Demokratik Kongo, Sabtu (20/11/2021) malam waktu setempat. Aksi kekerasan itu dikonfirmasi oleh seorang pejabat lokal dan seorang juru bicara militer negara itu, Minggu (21/11/2021).

Sampai laporan ini dibuat, masih belum jelas KKB mana yang melakukan serangan di dekat Desa Mukera di Provinsi Kivu Selatan itu. Namun, menurut Reuters, hubungan antara perusahaan pertambangan China dan pemerintah daerah setempat memang sudah tegang selama beberapa waktu terakhir. Otoritas lokal mengatakan, beberapa perusahaan tambang China beroperasi secara ilegal alias tanpa izin.

“Sebuah kelompok bersenjata terlibat baku tembak dengan polisi. Lima warga negara China diculik,” kata juru bicara militer di wilayah tersebut, Mayor Dieudonne Kasereka.

Seorang juru bicara Kedutaan Besar China di Kongo tidak menanggapi permintaan komentar wartawan. Nama persis lokasi tambang yang menjadi lokasi insiden itu juga tidak disebutkan oleh pihak berwenang.

Pada Agustus lalu, Gubernur Kivu Selatan, Theo Kasi, menangguhkan operasi enam perusahaan tambang kecil China. Dia pun memerintahkan semua staf lokal dan asing untuk meninggalkan lokasi penggalian. Aksi protes meletus di beberapa daerah, setelah perusahaan tak kunjung tutup, demikian media lokal melaporkan.

Secara terpisah, Presiden Republik Demokratik Kongo, Felix Tshisekedi, sedang meninjau kembali kesepakatan “infrastruktur untuk tambang mineral” senilai 6 miliar dolar AS (Rp85,6 triliun) dengan para investor China. Kesepakatan itu ditandatangani di bawah presiden sebelumnya, Joseph Kabila.

Tshisekedi mengatakan, beberapa kontrak pertambangan dapat ditinjau kembali karena kekhawatiran mereka tidak cukup menguntungkan Kongo—yang merupakan produsen kobalt terbesar di dunia dan penghasil tembaga terkemuka di Afrika.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
17 jam lalu

Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China

18 jam lalu

Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia

21 jam lalu

Trump Tuduh China Pegang 220 Juta Data Pemilih AS, Sebut Skandal Terbesar dalam Sejarah

1 hari lalu

Video Viral Turis Australia Siram WNA China gegara Buang Sampah Sembarangan di Pulau Padar

1 hari lalu

Filipina Murka, China Gambarkan Rakyatnya sebagai Monyet dalam Video AI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal