Kim Jong Un Minta Maaf, Korsel Desak Korut Selidiki Penembakan Pejabat di Perbatasan

Anton Suhartono
Moon Jae In (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.id - Korea Selatan (Korsel) akan mendesak Korea Utara (Korut) untuk menyelidiki kasus kematian seorang pejabatnya akibat ditembak oleh pasukan di perairan perbatasan.

Jenazah pejabat Korsel itu ditemukan terapung di dekat perbatasan laut yang disengketakan kedua negara pada Selasa (22/9/2020). Korsel juga akan meminta penyelidikan digelar bersama.

Kasus ini memaksa pemimpin Korut Kim Jong Un meminta maaf kepada Presiden Moon Jae In serta rakyat Korsel dengan menyebut sangat menyesalkan. Kim Jong Un diketahui sangat jarang meminta maaf.

Dalam pernyataan United Front Department, lembaga Korut yang bertanggung jawab terkait isu hubungan dua Korea yang kemudian dirilis istana kepresidenan Gedung Biru, Kim menggambarkan penembakan oleh tentaranya sebagai insiden yang tidak terduga dan menyayangkannya.

Namun, sebagian besar pesan itu menyalahkan pihak Korsel dengan alasan pejabat tersebut berusaha menlarikan diri saat sehingga ditembak.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Karina dan Winter Aespa Terbang Langsung ke Meksiko, Dukung Korsel di Piala Dunia 2026!

57 tahun lalu

Adik Kim Jong Un: Program Nuklir Korea Utara Tak Bisa Dinegosiasikan!

57 tahun lalu

Bukan Hanya Rupiah, Won Korea Tersungkur Hadapi Dolar AS: Terburuk sejak 17 Tahun

57 tahun lalu

Korut Lipat Gandakan Produksi Senjata Nuklir, Kim Jong Un: Ancaman Keamanan Memburuk!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal