Kemlu: Myanmar Tetap Dilibatkan di ASEAN

Antara
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah. (Foto: Antara)

LABUAN BAJO, iNews.id - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tetap melibatkan Myanmar dalam pembahasan bersama negara-negara lainnya anggota organisasi regional itu. Namun, perwakilan Myanmar yang dilibatkan memang bukan pejabat level politik melainkan diplomat atau pejabat seniornya. 

“Kehadiran Myanmar cukup terwakili karena yang dibatasi adalah wakil politik. Kalau seperti kita, ada ASN atau PNS yang tetap hadir mengikuti berbagai proses pembahasan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, di Labuan Bajo, kemarin. 

"Artinya mereka tetap menjadi bagian proses pembahasan menuju kesepakatan,” ujar dia. 

Setelah junta militer menggulingkan pemerintahan terpilih Myanmar melalui kudeta Februari 2021, para pemimpin ASEAN dan pemimpin junta Jenderal Min Aung Hlang menyepakati Konsensus Lima Poin sebagai rencana perdamaian untuk membantu Myanmar keluar dari krisis. Namun, dua tahun setelah disepakati, junta Myanmar tak kunjung menerapkan konsensus ini ketika kondisi di Myanmar semakin buruk di mana tentara gencar meluncurkan serangan-serangan udara. 

Kendati demikian, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan ASEAN tidak akan menyerah meski tak ada kemajuan dalam bagaimana Myanmar menerapkan Konsensus Lima Poin. Retno menambahkan disertai dukungan para pemimpin ASEAN, Indonesia akan terus menjalin hubungan dengan semua pemangku kepentingan di Myanmar. 

Para pemimpin ASEAN mengeluarkan pernyataan bersama di sela-sela KTT Ke-42 untuk mendukung pernyataan Presiden Jokowi dalam merespons serangan yang baru-baru ini dialami Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana (AHA Centre) dan tim pemantau ASEAN di Myanmar. Selain pernyataan bersama tersebut, KTT Ke-42 ASEAN juga menghasilkan sedikitnya 10 dokumen lain selama pertemuan tingkat tinggi berlangsung 10-11 Mei. 

Dokumen tersebut antara lain Deklarasi Pemberantasan Perdagangan Manusia Akibat Penyalahgunaan Teknologi, Deklarasi Pembangunan Ekosistem Kendaraan Listrik Kawasan, dan Deklarasi Peningkatan Konektivitas Pembayaran Kawasan dan Promosi Transaksi Mata Uang Lokal. ASEAN juga mengemukakan pernyataan bersama yang antara lain tentang Pembangunan Visi Masyarakat ASEAN Pasca-2025, Pernyataan tentang Penguatan Kapasitas ASEAN dan Efektivitas Institusi, dan Pernyataan Pemimpin KTT ke-42 ASEAN.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
17 jam lalu

PBB Terancam Bangkrut, Kemlu: Kita Telah Melaksanakan Kewajiban Kita

Nasional
21 jam lalu

Bertemu Sugiono, Menlu Slovakia Tawarkan Pengembangan Energi Nuklir di Indonesia

Destinasi
3 hari lalu

Viral Film Lisa BLACKPINK Terciduk Ubah Tangerang Jadi Myanmar, Netizen Murka!

Nasional
3 hari lalu

WNI Eks Sindikat Online Scam Minta Dipulangkan dari Kamboja Bertambah, Kini 2.887 Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal