Kemhan: Ada 2,7 Juta Warga Ukraina yang Ingin Mengungsi ke Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Kementerian Pertahanan Rusia pernah mengumumkan gencatan senjata pada Jumat (11/3/2022) lalu dan membuka koridor kemanusiaan untuk warga di lima kota Ukraina. (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id – Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim saat ini ada 2,7 juta warga Ukraina yang ingin mengungsi ke Rusia. Hal itu disebabkan kaum radikal di Ukraina terus menggunakan warga sipil sebagai “perisai hidup” saat berhadapan dengan militer Moskow.

“Menurut hasil pemantauan harian, ditetapkan bahwa selama 24 jam terakhir saja, ada 7.223 permintaan tambahan (untuk mengungsi dari Ukraina ke Rusia) yang kami terima,” kata Kepala Pusat Kontrol Pertahanan Nasional Kemhan Rusia, Mikhail Mizintsev, Sabtu (19/3/2022).
 
“Secara total, sudah ada 2.711.319 nama spesifik dan alamat spesifik di database kami dari 2.093 pemukiman Ukraina,”  ungkapnya, seperti dikutip kantor berita Sptunik.

Dia menuturkan, kaum nasionalis Ukraina terus menahan lebih dari 4,5 juta warga sipil dengan menggunakan mereka sebagai “perisai hidup” di Kiev, Kharkiv, Sumy, dan lebih dari 20 kota Ukraina lainnya. Ada juga 6.830 warga negara asing dari 19 negara berbeda, serta para awak dari 70 kapal asing yang juga masih ditahan oleh nasionalis di Ukraina.

Rusia melancarkan operasi militer khusus di Ukraina sejak 24 Februari lalu, setelah Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR) meminta bantuan Moskow untuk mempertahankan diri melawan pasukan Kiev.  DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengatakan, tujuan dari operasi khusus di Ukraina adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” negara tentangganya itu. Hanya infrastruktur militer yang menjadi sasaran serangan tentaranya. 

Moskow pun telah berulang kali menekankan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk menduduki Ukraina. Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, tujuannya adalah untuk melindungi rakyat Donbas. 

“(Rakyat Donbas) telah mengalami pelecehan, genosida, oleh rezim Kiev selama delapan tahun,” ungkap Putin dalam pidatonya pada Februari lalu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

57 tahun lalu

Ngamuk! Rusia Bombardir Kiev Ukraina, Hancurkan Gedung Apartemen 24 Lantai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal