Joe Biden Dilaporkan Akan Bertemu Pangeran MBS, AS Melunak ke Saudi demi Minyak

Anton Suhartono
Joe Biden dilaporkan akan bertemu Pangeran MBS bulan depan (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintahan Presiden Joe Biden dilaporkan akan mengatur ulang hubungan bilateral Amerika Serikat (AS) dengan Arab Saudi pasca-pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Ini disebabkan dampak perang Rusia dan Ukraina yang memengaruhi kenaikan harga minyak dan gas.

Laporan CNN, mengutip sumber pejabat AS, mengungkap Biden dijadwalkan berkunjung Arab Saudi pada Juli dalam tur Timur Tengahnya. Dia akan bertemu Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Menurut sumber pejabat lainnya, Biden akan terbang langsung dari Israel ke Saudi.

"Kedua pihak memutuskan, demi mencapai perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, kita perlu melaluinya," demikian pernyataan seorang sumber pejabat senior AS, merujuk pada kasus pembunuhan Khashoggi pada 2018 yang sempat menghebohkan dunia.

Disebutkan, meski siap mengatur ulang hubungan dengan Saudi demi memperbaiki hubungan kedua negara, Biden tetap akan mengangkat kasus pembunuhan Khashoggi dalam pembicaraan dengan MBS. Pemimpin de facto Saudi itu dituduh AS terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, seorang kolumnis surat kabar The Washington Post yang kerap mengkritik kebijakan MBS.

Laporan juga mengungkap, Biden bersedia mengesampingkan isu yang menjadi penghalang hubungan kedua negara agar Saudi mau menambah produksi minyak guna mengendalikan lonjakan harga.

Sementara itu seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS mengatakan, Arab Saudi, Israel, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya akan membahas agenda penting mencakup mengakhiri perang dan menciptakan stabilitas di kawasan melalui diplomasi.

Biden menghadapi tekanan di dalam negeri yang membuat popularitasnya anjlok. Hasil survei terbaru menunjukkan tingkat popularitas Biden terendah dibandingkan presiden-presiden AS sebelumnya.  Ini karena pemerintahan AS menghadapi sejumlah isu serius di dalam negeri, termasuk inflasi yang tak terkendali, kenaikan harga bahan bakar, tingkat kejahatan yang meningkat, gelombang imigran ilegal, dan kebijakan luar negeri yang agresif.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Yusril Soroti Hubungan Baik Prabowo dan Trump, Indonesia-AS Kian Mesra

57 tahun lalu

Iran Bantah Klaim AS Sistem Pertahanannya Hancur: Jangan Percaya Musuh!

57 tahun lalu

AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!

57 tahun lalu

Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal