Jamaah Islamiyah Bubar, Pakar Terorisme: Tetap Mesti Dibarengi Program Deradikalisasi

Ahmad Islamy Jamil
Ketua Program Studi Kajian Terorisme Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Muhamad Syauqillah. (Foto: Ist.)

JAKARTA, iNews.id - Pembubaran Jamaah Islamiyah (JI), baru-baru ini, diharapkan jangan sampai membuat berbagai pihak lengah terhadap ancaman terorisme di Tanah Air. Sebab, masih ada sejumlah tugas yang mesti dituntaskan pascapembubaran organisasi itu.

Ketua Program Studi Kajian Terorisme Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Muhamad Syauqillah mengatakan, setiap kasus hukum yang melibatkan mantan anggota JI tetap harus diusut oleh pihak berwenang.

"Kami meminta agar aparat penegak hukum tetap melakukan proses penegakan hukum atas eks anggota Jamaah Islamiyah yang terlibat dalam tindak pidana terorisme," kata dia dalam pesan teks yang diterima di Jakarta, Sabtu (6/7/2024). 

Syauqillah mengapresiasi Densus 88 Anti Teror Mabes Polri atas upaya JI hingga membubarkan diri, dengan pendekatan lunak atau soft approach dalam penanganan terorisme. Menurut dia, pembubaran JI sebaiknya tetap dilanjutkan dengan program deradikalisasi berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pihak, baik elemen negara maupun organisasi masyarakat. 

Pakar terorisme itu juga meminta pembubaran diri organisasi JI sebaiknya tidak mengendorkan pola pembinaan dan kewaspadaan yang selama ini dilakukan oleh seluruh kementerian/lembaga. "Ini mengingat adanya perubahan strategi JI dari Pedoman Umum Perjuangan Al Jamaah Al Islamiyah (PUPJI), Tastos hingga strategi Tamkin Al Jamaah Al Islamiyah," ujarnya.

Karena itu, Syauqillah meminta eks petinggi JI dan pengikut dari level markaziyah hingga thaifah perlu membuktikan diri kepada negara dan masyarakat. Pembuktian yang dimaksud yaitu, bahwa mereka telah benar-benar kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Eks petinggi JI dan lembaga pendidikan yang berada di bawahnya perlu kembali menyelaraskan kurikulum dan semua aktifitas dengan menggarisbawahi pentingnya nilai-nilai kebangsaan dengan melibatkan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan," kata dia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Densus 88: Siswa Lempar Bom Molotov di SMP Kalbar Korban Bully

Nasional
28 hari lalu

Ciri-Ciri Anak Terpapar Radikalisme Versi Densus 88, Apa saja?

Nasional
29 hari lalu

68 Anak Terpapar Ideologi Ekstrem, Pengamat Minta Telusuri Latar Belakang Keluarga

Nasional
29 hari lalu

Densus 88 Sebut Ledakan SMAN 72 Jakarta Menginspirasi Penikaman Bocah di Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal