TEL AVIV, iNews.id - Israel meyakini Amerika Serikat (AS) berada di ambang keputusan untuk melancarkan serangan terhadap Iran, menyusul tak ada perkembangan signifikan dalam perundingan nuklir terbaru di Jenewa, Swiss, pada Selasa lalu.
Surat kabar Israel, Haaretz, melaporkan hasil penilaian lembaga keamanan Israel menunjukkan peningkatan kemungkinan serangan militer AS terhadap Teheran. Penilaian itu muncul setelah negosiasi nuklir putaran kedua antara Washington dan Teheran dinilai tidak menghasilkan kemajuan berarti.
Dalam laporan tersebut, Haaretz mengungkap masih terdapat kesenjangan signifikan antara kedua pihak dalam perundingan nuklir putaran kedua, terutama terkait tuntutan AS agar Iran menghentikan pengayaan uranium di wilayahnya. Hal ini bertolak belakang dengan klaim pejabat Iran yang sebelumnya menyatakan adanya kemajuan signifikan menuju kesepakatan.
“Berdasarkan penilaian lembaga keamanan dan bertentangan dengan pernyataan publik Iran pada akhir pembicaraan Jenewa, masih ada kesenjangan signifikan yang tidak bisa dijembatani oleh AS, khususnya tuntutan agar Iran menghentikan pengayaan uranium di wilayah sendiri,” tulis laporan tersebut.
Israel memperkirakan Presiden AS Donald Trump akan mempertimbangkan opsi militer dalam waktu lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Keyakinan itu diperkuat dengan meningkatnya koordinasi antara Israel dan AS, terutama di bidang intelijen, teknologi informasi, komunikasi militer, serta pertahanan udara.