Israel Bakal Jual Sistem Rudal Arrow 3 ke Jerman, Nilainya Rp53,8 Triliun

Ahmad Islamy Jamil
Peluncuran rudal balistik Arrow-3 Israel terlihat dalam uji coba intersepsi langsung di Alaska, AS, dalam gambar selebaran yang diperoleh Reuters pada 28 Juli 2019. (Foto: Reuters/Kemhan Israel)

TEL AVIV, iNews.idIsrael bakal menujual sistem pertahanan rudal Arrow 3 miliknya ke Jerman. Keputusan itu diambil Tel Aviv setelah mendapat persetujuan dari Amerika Serikat selaku pihak yang turut mengembangkan senjata tersebut.

Kementerian Pertahanan Israel mengungkapkan, rencana penjualan Arrow 3 itu tertuang dalam kesepakatan senilai 3,5 miliar dolar AS (Rp53,8 triliun) antara Berlin dan industri pertahanan Israel. Kesepakatan itu pun diklaim sebagai penjualan terbesar yang pernah dibuat Israel di bidang pertahanan.

“Pemerintah AS telah menyetujui pengadaan bersejarah sistem pertahanan Arrow 3 untuk Jerman. Kementerian Pertahanan Israel, Kementerian Pertahanan Federal Jerman, dan IAI (Industri Pertahanan Israel) akan menandatangani perjanjian pertahanan 3,5 miliar dolar AS yang monumental ini,” ungkap Kemhan Israel di media sosial, Kamis (17/8/2023).

Menurut rencana, semua perincian dan persetujuan yang diperlukan terkait dengan penjualan sistem rudal tersebut akan diselesaikan pada akhir tahun ini. 

Pada April lalu, media melaporkan bahwa Kemhan Israel dan IAI telah memulai pembicaraan tentang pengadaan sistem Arrow 3. Dua bulan sebelumnya, Bloomberg melaporkan, bahwa Berlin berencana membelanjakan sekitar 17 miliar euro (Rp284 triliun) untuk memperkuat pertahanan rudal negara itu.

Selain mendapatkan pasokan sistem rudal dari Israel, Berlin juga sedang mempertimbangkan untuk membeli sistem IRIS-T buatan dalam negeri Jerman serta sistem Patriot buatan AS.

Sistem pertahanan rudal Arrow 3 dirancang untuk mencegat rudal balistik di luar atmosfer bumi dan memainkan peran sentral dalam sistem pertahanan rudal berlapis-lapis Israel. Arrow 3 dikembangkan dan diproduksi Israel bersama dengan AS, sehingga penjualannya ke negara ketiga memerlukan persetujuan Washington DC.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
3 jam lalu

Perang AS-Iran Makin Membara, AS Desak Warganya Tak Kunjungi Timur Tengah

17 jam lalu

Trump Tuduh Rusia Ikut Campur Pilpres AS 2020, Kremlin: Tak Berdasar!

19 jam lalu

Parlemen Israel Bubar, Nasib Netanyahu Tak Jelas

19 jam lalu

Iran Ungkap Alasan Bombardir Pangkalan AS di Arab Saudi, Tampung Pesawat Tanker

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal