ISIS Klaim Jadi Dalang Pengeboman Pasar Buah Pakistan

Nathania Riris Michico
Pengeboman di pasar buah Pakistan. (FOTO: Banaras Khan/AFP/Getty Images)

QUETTA, iNews.id - Kelompok Negara Islam atau ISIS mengklaim bertanggung jawab atas bom bunuh diri di Quetta, Pakistan. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (12/4) itu menewaskan 20 orang dan menyebabkan 48 orang luka-luka.

ISIS menyiarkan foto dan nama pelaku bom bunuh diri tersebut pada Sabtu (13/4). ISIS menyatakan target pengeboman itu adalah kaum muslim Syiah.

Sementara itu, sebelumnya kelompok Taliban Pakistan mengaku menjadi dalang bom bunuh diri tersebut. Mereka mengaku berkolaborasi dengan Laskar e-Jhangvi, kelompok ekstrimis Sunni yang kerap mengotaki sejumlah serangan terhadap muslim Syiah di Pakistan.

Pemerintah Pakistan membantah ada ISIS di negara mereka. Namun, ISIS sempat beberapa kali mengklaim menjadi dalang sejumlah serangan di Pakistan.

Organisasi Amnesty International menyatakan, peristiwa bom bunuh diri itu menjadi peringatan pedih terhadap sejumlah serangan kepada etnis Hazara; yang kebanyakan merupakan muslim Syiah; dalam beberapa tahun belakangan.

Mereka meminta Perdana Menteri Pakistan Imran Khan memberi perlindungan maksimal kepada kelompok etnis Hazara.

"Tiap saat mereka selalu dijanjikan akan lebih dilindungi, namun janji-janji itu tidak ditepati," kata Wakil Direktur Amnesty International untuk Asia Selatan, Omar Waraich, seperti dilaporkan AFP, Minggu (14/4/2019).

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Masjid Dibom saat Salat Jumat, 31 Orang Tewas Ratusan Lainnya Luka

Internasional
8 hari lalu

Pakistan Mencekam, Pasukan Pemerintah Bunuh 145 Anggota Kelompok Separatis

Internasional
17 hari lalu

Kebakaran Dahsyat Landa Mal di Pakistan, Korban Tewas Tembus 67 Orang

Internasional
20 hari lalu

Horor! Mal Terbakar Hebat, 21 Orang Tewas 61 Lainnya Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal