WASHINGTON, iNews.id - Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat dampak perang Timur Tengah tak akan memengaruhi perang AS melawan Iran.
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menegaskan, Iran tak akan berhasil menggunakan terkanan harga BBM yang tinggi untuk menekan AS agar mau memenuhi tuntutannya.
"Jika Iran berpikir mereka akan menggunakan politik dalam negeri kita untuk menekan kita agar menerima kesepakatan yang buruk, itu tidak akan terjadi," kata Rubio, kepada NBC News, dikutip Jumat (15/5/2026).
Rubio mengklaim, pemerintah AS telah mengambil beberapa langkah luar biasa untuk menjaga harga BBM tetap rendah dibandingkan beberapa negara.
"Harga akan terus turun," kata Rubio.
Data American Automobile Association (AAA) mengungkap, per 14 Mei, harga rata-rata per galon BBM di AS naik menjadi 4,53 dolar. Harga berbeda berdasarkan kebijakan negara bagian di AS.
Serangan AS-Israel terhadap di Iran pada 28 Februari mengganggu pasokan BBM dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz. Kondisi tersebut memengaruhi harga minyak dunia yang sempat melonjak hingga menembus 110 dolar AS per barel.