WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan penyelidikan terhadap perusahaan-perusahaan minyak setelah harga bahan bakar minyak (BBM) di negaranya belum turun signifikan. Trump menilai perusahaan energi tidak segera menyesuaikan harga bensin meski harga minyak dunia telah merosot tajam.
Melalui akun Truth Social, Rabu (24/6/2026), Trump menuduh konsumen AS menjadi korban praktik yang tidak adil karena harga BBM tetap tinggi di tengah penurunan biaya minyak mentah yang dibayar perusahaan-perusahaan energi. Dia bahkan menginstruksikan Departemen Kehakiman untuk turun tangan melakukan penyelidikan.
"Perusahaan-perusahaan minyak besar tidak menurunkan harga bensin, sebanding dengan penurunan tajam harga minyak yang mereka bayarkan. Harga-harga tersebut turun drastis! Dengan kata lain, konsumen sedang 'ditipu'," kata Trump.
Trump menegaskan harga bensin seharusnya turun jauh lebih cepat daripada yang terjadi saat ini. Karena itu, dia meminta aparat penegak hukum menyelidiki kemungkinan adanya praktik yang membuat harga BBM tetap tinggi.
"Harga bensin sebaiknya mulai turun jauh lebih cepat daripada yang saya saksikan!" ujarnya.