Giliran Kamboja Tuduh Thailand Lakukan Kejahatan Perang, Pakai Bom Klaster

Anton Suhartono
Thailand dan Kamboja saling tuduh melakukan kejahatan perang, termasuk penggunaan bom klaster (Foto: RTAF)

PHNOM PENH, iNews.id - Thailand dan Kamboja saling tuduh melakukan kejahatan perang, seperti menargetkan warga dan fasilitas sipil hingga penggunaan senjata terlarang.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) Kamboja Maly Socheata menyebut, militer Thailand menggunakan bom klaster atau munisi tandan yang dijatuhkan dari jet tempur F-16.

Thailand melancarkan serangan di tujuh lokasi menggunakan senjata berat dan bom klaster.

Penggunaan bom klaster dianggap sebagai kejahatan perang, menimbulkan ancaman jangka panjang terhadap warga sipil dan lingkungan, melanggar hukum internasional, serta sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan di kawasan.

Menurut Maly, pada Kamis (24/7/2025) sejak pukul 08.46 waktu setempat, Thailand menyerang pasukan Kamboja menggunakan senjata berat serta jet tempur pesawat F-16.

Maly melanjutkan, bom klaster juga digunakan Thailand dalam serangan pada Jumat (25/7/2025) pagi. Dari tujuh serangan tersebut, dua di antaranya menggunakan bom klaster yakni ke wilayah Khloch, Desa Techo Ngom, 

“Sehubungan dengan hal ini, perlu dicatat bahwa tentara Thailand menggunakan bom klaster, menyerang wilayah Kamboja secara ilegal. Tindakan agresi ini, yang brutal dan tidak manusiawi, melanggar hukum internasional, termasuk Konvensi Amunisi Curah," katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 hari lalu

Cerita Kengerian Kebakaran Dahsyat Bar di Thailand, Korban Tewas Jadi 32 Orang 

6 hari lalu

Kebakaran Hebat Pub di Thailand, 27 Orang Tewas

8 hari lalu

Pecah! Momen PM Malaysia Anwar Ibrahim Nyanyi, PM Thailand Charnvirakul Main Saksofon

9 hari lalu

Prabowo Bertemu 3 Mantan PM Thailand di Danantara, Bahas Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal