Geram soal Imigran, Trump: 15.000 Pasukan Bisa Dikirim ke Perbatasan

Nathania Riris Michico
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan jumlah tentara yang dikerahkan ke perbatasan AS-Meksiko bisa mencapai 15.000. Ribuan tentara itu dikirim ke perbatasan untuk menghentikan apa yang disebutnya sebagai kelompok imigran yang berbahaya.

Saat ini, lebih dari 5.000 tentara telah dikirim ke perbatasan.

"Kita akan meningkatkan antara 10 hingga 15.000 personel militer selain Patroli Perbatasan, ICE, dan petugas lain di perbatasan," kata Trump, seperti dilaporkan AFP, Kamis (1/11/2018).

Dia mengatakan langkah itu bertujuan mencegah masuknya rombongan imigran yang melakukan perjalanan dari Amerika Tengah. Rombongan itu dikabarkan masih sekitar 1.600 kilometer dari perbatasan.

Trump mengatakan AS akan "bersiap-siap" dan para migran tidak akan bisa masuk ke AS.

"Ini adalah sekelompok orang yang berbahaya," ujar Trump.

"Mereka tidak masuk ke negara kita."

Keamanan di perbatasan jarang melibatkan pasukan tugas aktif. Pengiriman 15.000 tentara itu setara dengan pasukan AS yang dikerahkan di Afghanistan.

Saat ini, ada 2.100 pasukan Garda Nasional yang membantu di perbatasan. Pentagon menyatakan 5.200 tentara aktif bisa bergabung dengan mereka.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Presiden FIFA Pusing jelang Piala Dunia 2026, Wasit Ditolak Masuk AS dan Tiket Mahal Jadi Masalah

57 tahun lalu

Intimidasi Iran, Trump Sebut Rudal AS Jatuh hanya 60 Km dari Ibu Kota Teheran

57 tahun lalu

Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker

57 tahun lalu

AS Serang Iran Lagi, Ledakan Guncang Kota-Kota di Sepanjang Selat Hormuz

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal